Beranda blog Halaman 4

Bupati Sarolangun Pastikan Pembayaran Gaji ke 13 Pegawai Bukan Kebutuhan Wajib

SAROLANGUN – Bupati Sarolangun Hurmin memastikan bahwa pembayaran gaji ke 13 pegawai dilingkungan Pemkab bukan kebutuhan wajib untuk dipenuhi daerah.

Menurut Bupati, kondisi keuangan daerah saat ini tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan pembayaran gaji ke 13 yang disebutkan kewajibannya setara dengan TPP atau tunjangan bagi para pegawai.

“Sebenarnya mereka itu ada rapat dengar pendapat dengan seluruh dinas terkait, setelah tutup rapat informasinya ada orang bertanya tentang gaji ke 13,” katanya, Kamis (25/6).

“Pak ketua DPRD mungkin dia menjelaskan ada selip atau gimana, yang jelas gaji ke 13 sama TPP itu disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Jangan yang wajib kita sunatkan, yang sunat kita wajibkan,” tambahnya.

Dijelaskan Hurmin, bahwa Pemkab Sarolangun bukannya ingin menahan hak pegawai. Namun karena kondisi keuangan, pembayaran tidak mampu dilakukan.

“Kita juga tidak mau menahan hak orang, tapi kalau kita paksakan itu keuangan daerah ini bisa-bisa kita tidak bayar lampu atau segala macam. Itu tidak wajib, baca aturan jangan yang wajib disunatkan dan yang sunat diwajibkan,” ujarnya.

“Kita bukannya tidak mau, tapi kalau keuangan daerah kita mampu kita paksakan sementara kebutuhan masyrakat kita ini banyak lagi tidak terealisasi. Kalau kita normal nanti, jangankan gaji ke 13. 19 kita bayar,” timpalnya menceritakan.

Bupati Hurmin Buka MTQ ke XXl di Kecamatan Sarolangun

SAROLANGUN – Bupati Sarolangun Hurmin membuka langsung acara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXI tingkat Kecamatan Sarolangun di Desa Sungai Baung, Selasa (23/6) malam.

Ketua Panitia sekaligus Kepala Desa Sungai Baung, Alhimdi Rusdi dalam laporannya mengatakan pelaksanaan MTQ ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi.

“Sejalan dengan fisi besar untuk mewujudkan Sarolangun Maju,” katanya.

Disisi lain, Bupati Sarolangun Hurmin di malam puncak MTQ mengapresiasi persiapan yang dilakukan segenap panitia termasuk Pemerintah Desa dan Kecamatan.

“Yang telah bersatu padu, momen ini bukan hanya sekedar ajang membaca Al-Qur’an melainkan juga sebagai momen menanamkan nilai-nilai Islam, dakwah dan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” ungkapnya.

Ditengah perkembangan zaman, Bupati Hurmin juga menyoroti ancaman negatif terhadap generasi muda dan mendorong melalui kegiatan MTQ ini bisa menumbuhkan akhlak bagi generasi muda.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk menjadikan kegiatan ini mempererat dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman dan sejahtera,” ujarnya.

“Pemerintah mendukung kegiatan seperti ini, karena pembangunan bukan hanya fisik semata melainkan membangun mental dan akhlak masyarakat,” tambahnya.

Kepada para peserta, Bupati mendorong perlombaan yang mengedepankan nilai pembelajaran guna menghasilkan bibit-bibit terbaik.

Mahasiswa Minta DPRD Sarolangun Hentikan MBG dan Angkutan Batu Bara

SAROLANGUN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Ormawa Universitas Islam Sarolangun dan PMII menggelar aksi demonstrasi didepan gedung DPRD Sarolangun, Selasa (23/6).

Dihadapan wakil rakyat, mahasiswa meminta agar suara penolakan terhadap program unggulan Presiden RI yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.

Termasuk angkutan Batu Bara yang mereka nilai marak melanggar jam operasional dan meresahkan pengguna jalan hingga merusak infrastruktur jalan.

Sekitar kurang lebih 1 jam menyuarakan aspirasi, mahasiswa lalu disambut Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani dan rombongan untuk beraudiensi.

“Kita selaku anggota dewan sangat menyambut baik kedatangan seluruh mahasiswa dan masyarakat sesuai dengan aturan yang berlaku kewenangan kami di DPR,” katanya.

Menurutnya, DPRD Sarolangun akan berupaya semaksimal mungkin menyampaikan aspirasi mahasiswa sesuai dengan tugas dan kewenangan yang dimiliki.

Selain itu, mengenai aktivitas angkutan Batu Bara yang mahasiswa nilai sangat meresahkan juga turut akan dilakukan tindak lanjut.

“Nanti akan kita kaji bersama, apa alasan yang kongkrit untuk menyampaikan kalau ini dihentikan,” ujarnya.

Ketua DPRD Sarolangun juga berencana akan mengumpulkan Forkopimda dan telah meminta Dinas instansi terkait bergerak menindak langsung keluhan masyarakat.

“Kita minta penindakan secepat mungkin, mulai dari malam ini,” ungkapnya.

Sementara itu, mengenai oknum dugaan mahasiswa adanya pejabat yang ikut bermain atau kongkalikong dengan perusahaan. Ketua DPRD akan bekerjasama dengan kepolisian untuk menelusuri hal tersebut.

“Kalau soal diduga ataupun terduga itukan belum pasti, yang jelas kita telusuri. Kerjasama dengan pihak Polres untuk menelusuri siapa oknum pejabat itu,” ungkapnya.

Bupati Sarolangun Buka MTQ ke XlV Kecamatan CNG

SAROLANGUN – Bupati Sarolangun Hurmin membuka langsung Mubaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XIV Tingkat Kecamatan Cermin Nan Gedang (CNG) Tahun 2026 di Desa Pemuncak dan berlangsung khidmat meriah.

Bupati bersama Wakil Bupati Sarolangun beserta istri, Ketua DPRD Sarolangun dan Anggota, serta Kepala Kemenag Sarolangun, Ketua TP PKK Sarolangun, Unsur Forkopimcam, para Kepala Desa dalam Kecamatan Cerminan Gedang, para kafilah dan tamu undangan lainnya.

Irwani, S.St selaku Kepala Desa Pemuncak dalam laporannya menyebutkan jika kegiatan tersebut diikuti oleh 220 orang peserta dari 10 desa dalam Kecamatan Cermin Nan Gedang. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat untuk mensukseskan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari, ada 220 peserta yang nantinya akan bersaing di 16 cabang yang diperlombakan. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan membantu untuk mensukseskan MTq tingkat Kecamatan Cermin Nan Gedang Tahun ini,” katanya.

Dirinya berharap MTQ tingkat Kecamatan yang berlangsung di Desanya dapat berjalan dengan baik. Tak hanya itu saja, diharapkan juga kegiatan tersebut dapat menumbuhkan generasi yang berakhlak mulia dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang Al-Qur’an.

“Diakhir kesempatan, kami berharap Musabaqoh Tilawatil Qur’an ini dapat berjalan dengan baik tanpa kendala apapun. Selain itu juga diharapkan dapat tumbuh generasi muda Kecamatan Cermin Nan Gedang yang cinta dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati H. Hurmin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana penting untuk menanamkan, melestarikan, dan meningkatkan kecintaan serta pemahaman terhadap Al-Qur’an di kalangan generasi muda dan seluruh lapisan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat positif dan sejalan dengan upaya kita membangun daerah tidak hanya dari sisi fisik dan ekonomi, tetapi juga memperkuat akhlak, moral, dan nilai-nilai keagamaan. Al-Qur’an adalah pedoman hidup, sehingga semakin banyak yang membaca, mempelajari, dan mengamalkan isinya, maka semakin kokoh pula pondasi kehidupan bermasyarakat kita,” ujar Bupati.

Beliau juga berharap MTQ ini dapat melahirkan qari dan qari’ah yang berprestasi, tidak hanya di tingkat kecamatan, tetapi mampu mengharumkan nama daerah saat mengikuti ajang yang lebih tinggi di tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Semoga MTQ ini dapat sesuai dengan harapan kita bersama, melahirkan Qari dan Qariah terbaik yang berprestasi sehingga dapat mengharumkan nama baik daerah baik di tingkat kabupaten, tingkat provins hingga ke tingkat nasional,” sebutnya.

Pembukaan MTQ Tingkat Kecamatan Cermin Nan Gedang ke-XIV di Desa Pemuncak tahun 2026 ditandai dengan peletakan kubah masjid dan pemukulan bedug oleh Bupati Sarolangun H. Hurmin. Kegiatan berlangsung meriah dan  berlangsung khidmat, dan diakhiri dengan sesi fhoto bersama.

Pemkab Sarolangun Tata Pasar Atas

SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun melakukan sweeping penataan, penertiban dan pengawasan aktivitas perdagangan di pasar atas Sarolangun.

Dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sarolangun Muhammad Arief mengatakan kegiatan itu dilakukan untuk menertibkan para pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan termasuk badan jalan dan drainase atau tidak pada tempatnya.

Menurutnya, tim sudah memberikan sosialisasi kepada para pedagang termasuk pemilik kios dan toko yang menyalahi aturan diminta untuk melakukan pembongkaran.

“Tidak ada yang keberatan, artinya mereka memahami, menyadari bahwa mereka memang berada di tempat yang salah,” katanya, Kamis (18/6).

Diceritakan, lebih kurang akan terdapat 206 pedagang kaki lima kedepan yang dipindahkan ketempat yang semestinya untuk berjualan.

Sekda berharap, kedepan tidak ada lagi pedagang yang nekat berjualan dipinggir jalan ataupun tempat-tempat yang tidak seharusnya.

“Mudah-mudahan mulai hari ini, kita lihat, kita saksikan bersama tadi para pedagang PKL siap untuk mereka pindah ke tempat yang akan kami sediakan, seperti di sini salah satunya di Kios Anggrek dan Kamboja,” ujarnya.

Sembari melakukan sosialisasi, pihak Pemkab Sarolangun juga turut melakukan pembersihan terhadap ruas jalan di seputar pasar atas.

Bupati Sarolangun Ikut Lomba Menembak di Mapolres

SAROLANGUN – Bupati Sarolangun Hurmin mengikuti lomba menembak Fun bersama awak media dan jajaran dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara 1 Juli 2026 mendatang di lapangan tembak Mapolres.

Bupati Sarolangun Hurmin mengatakan, lomba menembak ini mengajak awak media dari reporter hingga pemimpin redaksi (pemred) guna memperkuat sinergitas.

“Hari ini kita mengikuti pertandingan menembak fun antara teman-teman insan pers dengan Polres Sarolangun, dan juga di ikuti awak media, Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, Waka Polres Kompol Sumarno Berutu. Pejabat utama Polres kemudian para Kepala Dinas Pemkab Sarolangun,” katanya, Jumat (19/6).

Hurmin memandang, media merupakan mitra strategis Polri dan mengungkapkan media memiliki peran yang selaras, yakni memberikan informasi serta literasi kepada masyarakat.

“Artinya bahwa kita melibatkan semua pihak khususnya rekan-rekan dari media sebagai mitra strategis dan mitra utama dari Polri dan Pemda Sarolangun dalam memberikan informasi dan literasi kepada masyarakat, termasuk juga meng-update berbagai macam peristiwa kejadian yang terjadi di Kabupaten Sarolangun” ujarnya.

Hurmin mengharapkan, kegiatan ini bisa meningkatkan tali silaturahmi antara Pemerintah Daerah – Polri dengan media. Selain itu, Polres Sarolangun memberikan kesempatan kepada para wartawan untuk menjajal beberapa senjata yang dimiliki.

“Oleh karenanya, kegiatan ini selain untuk meningkatkan tali silaturahmi, kemudian komunikasi, juga dalam rangka untuk relaksasilah, memberikan refreshing kepada teman-teman media untuk mencoba menembak, mencoba menggunakan senjata-senjata yang dimiliki oleh Polres Sarolangun,” pungkasnya.

Dinas PUPR Sarolangun Kucurkan 2,8 Milyar untuk Jalan Panti Lubuk Resam

SAROLANGUN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sarolangun kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,8 miliar untuk pembangunan jalan rigid beton pada ruas jalan Panti menuju Lubuk Resam ditahun 2026.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Sarolangun Patra menuturkan, pembangunan jalan rigid beton ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat khususnya akses transportasi yang lebih baik. 

“Terutama pada titik-titik jalan yang selama ini kerap mengalami kerusakan akibat tingginya intensitas kendaraan dan kondisi cuaca,” katanya, Jumat (11/6).

Menurutnya, dengan konstruksi rigid beton jalan Panti-Lubuk Resam diharapkan memiliki daya tahan yang lebih kuat serta dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Ditegaskan bahwa jalan tersebut merupakan salah atau jalur penting yang kerap digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.

“Membawa hasil perkebunan, akses pendidikan hingga pelayanan kesehatan. karena itu, peningkatan kualitas jalan dinilai akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat,” ujarnya.

Patra mengharapkan, pelaksanaan pekerjaan bisa segera dijalankan dalam waktu dekat. Selain itu, pengerjaan proyek kedepan diminta bisa dikerjakan sesuai standar dan teknis.

Ketua DPRD Sarolangun  Dorong Pembukaan Jalan Penghubung Antar Desa di Kecamatan Batang Asai

0
SAROLANGUN  ONLINE – Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani mendorong pembukaan jalan baru sepanjang 4 Kilo Meter dari Desa Muara Air Duo Menuju Desa Bukit Berantai, Kecamatan Batang Asai.

Kata Ahmad Jani, Pembukaan jalan baru telah dianggarkan lebih kurang Rp 1 Miliar pada APBD Kabupaten Sarolangun tahun 2026.

” Terutama untuk desa bukit berantai, jalan pembukaan yang baru diharapkan masyarakat mendukung. Kegiatan untuk pembukaan yang baru melalui APBD 2026 dan sudah kami sahkan dengan pak Bupati dan tinggal pelaksanaan, anggaran lebih kurang 1 Miliar, swakelola dengan TNI itu lebih cepat,” katanya, Sabtu (09/05//2026) saat dikonfirmasi media online kabarsarolangun.com.

Ahmad Jani juga menyarankan agar pembangunan pembukaan jalan baru ini di lokasi yang baru, bukan di lokasi jalan lama yang menjadi satu-satunya jalan antar desa tersebut. Iapun meminta para kepala desa dan masyarakat untuk melakukan musyawarah lokasi jalan baru ini untuk pembebasan lahan.

” Lokasinya harapan kami sampaikan dengan kepala desa untuk mengembangkan desa dalam arti kata harus buka jalan baru, kalau jalan lama nanti begitu digusur nanti jalan bertambah hancur dan masyarakat keluar masuk payah dan kita kasihan masyarakat, kalau jalan baru alternatif masuk dan keluar desa tidak terganggu,” katanya.

Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani Kunker Ke Batang Asai

0
SAROLANGUN  ONLINE– Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Batang Asai, bersama Bupati Sarolangun H Hurmin dan jajaran forkopimda Kabupaten Sarolangun, Sabtu (09/05/2026).

Kunker tersebut dalam rangka meninjau jembatan gantung (Jamtung) yang rusak maupun yang sudah putus akibat banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, serta meninjau gedung sekolah SD dan menyerahkan bantuan sembako berupa beras kepada masyarakat yang terdampak banjir.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakapolres Sarolangun Kompol Sumarno Berutu, Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto, S.Sos, M.Han, Anggota DPRD Sarolangun Tabroni, S,E, Pabung Mayor CHK Dedy Afrizal, SH, MH, Asisten 1 Sarolangun Muliyadi, S.Sos dan Asisten 2 Sarolangun Ir Dedy Hendry, M.Si, Kadis Sosial Sarolangun Drs Muhammad Idrus, dan Kadis PUPR Sarolangun Arif Hamdani, ST diwakili Kabid BM Fatra Hastian

Hadir juga Kalaksa BPBD Sarolangun Solahuddin Nopri, SH, Kepala Bakesbangpol Sarolangun Hudri, M.Pd.I, Kasatpol PP Sarolangun Helmi, SH, MH, Kabag Hukum Setda Sarolangun, Kabag Umum Setda Sarolangun Aryo L Fajrin, S.IP, Danramil 420-04 Sarolangun Mayor Inf Abdul Aziz, Kabag Prokopim Setda Sarolangun Imron, S.STP, Camat Batang Asai Asmiati, S.Pd.I, Unsur Tripika Kecamatan Batang Asai, dan para Kepala Desa se-Kecamatan Batang Asai.

Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani mengatakan bahwa kunjungan tersebut tentunya dalam merespon atas keluh kesah masyarakat pasca banjir yang terjadi pada akhir bulan April yang lalu.

” Kami dari pimpinan DPRD Sarolangun bersama pak bupati, Dandim dan seluruh OPD meninjau ke lapangan, apa keluh kesah masyarakat pasca banjir,” katanya.

Ahmad Jani juga bilang bahwa untuk Desa Bukit Berantai, jembatan gantung yang putus akan dilakukan pembangunan jembatan gantung yang baru melalui anggaran dari Kementrian Kehutanan.

” Dalam waktu ada dana dari Kemenhan, akan dibangun jembatan gantung di desa bukit berantai. Kemudian pak bupati juga sudah menghubungi Komisi V DPR RI untuk membantu pembangunan jembatan gantung yang rusak dan pasca banjir sendiri,” katanya.

Selain itu, selaku pimpinan DPRD Sarolangun kedepan akan terus mensupport khususnya dari segi penganggaran dalam pembangunan jembatan gantung yang putus ataupun rusak akibat banjir tersebut. ” Dari DPRD Sarolangun, dana dari Kabupaten nanti kami ikut mensupport,” katanya.

Disamping itu, ia meminta masyarakat khususnya yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk senantiasa tetap mewaspadai akan terjadinya banjir.” Karena situasi setiap tahun kita alami, antisipasi masyarakat mewaspadai setiap ada informasi BMKG atas curah hujan tinggi dan sebelum terjadi banjir agar kita bersiap siap diri,” katanya.

Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani Pimpin Audiensi Penolakan Pabrik Sawit PT SMM Bersama Warga Pelawan Jaya

0
SAROLANGUN ONLINE – Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani memimpin langsung audiensi bersama Warga Desa Pelawan Jaya dan PMII Cabang Sarolangun, atas penolakan keberadaan dan operasi pabrik sawit PT Samudera Mahkota Mas (SMM) di Desa Pelawan Jaya, Kecamatan Pelawan.

Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD Sarolangun, Senin (04/05/2026) tersebut dihadiri Ketua Komisi II DPRD Sarolangun Syahrial Gunawan, SE, Ketua Komisi III DPRD Sarolangun M Fadlan Arafiqi, Para anggota DPRD Sarolangun (H Akmal, Riki Angriawan, M Fadlan Arafiqi, Febi Bestian, Nurdin, Budi Handoko dan Sepriadi), Sekretaris DPRD Sarolangun Kaprawi, BM, S.HI, MH, MM, Kadis LHD Sarolangun Kurniawan, ST, ME.

Hadir juga Kepala Bakesbangpol Sarolangun Hudri, M.Pd.I, Kadis Perkim Drs Tarmizi, Kabag OPS Polres Sarolangun Kompol Angga Luvyanto, jajaran OPD terkait, Kabid KNPK Bakesbangpol Sarolangun Khairun Amin, SE, Posbinda Provinsi Jambi, Mewakili PMII Cabang Sarolangun M Subra, Ketua BPD Desa Pelawan Jaya, Para perwakilan warga Desa Pelawan Jaya dan tamu undangan lainnya.

Penolakan atas kehadiran pabrik sawit PT SMM ini bukan tanpa alasan, masyarakat di sekitar pabrik menolak karena terjadinya pencemaran lingkungan dan pencemaran udara seperti bau busuk, air sungai tercemar, dan kebisingan suara.

Sebagaimana diutarakan M Subra, bahwa keberadaan pabrik patut dipertanyakan secara hukum, setiap kegiatan industri wajib mengikuti RT-RW sesuai aturan hukum. Industri harusnya berada di kawasan industri, bukan berdampingan dengan kawasan pemukiman.

” Fakta yang kami rasakan hari ini, bau menyengat setiap hari, kebisingan setiap malam dan dampak kesehatan bagi anak-anak kami. Kami minta DPRD Sarolangun untuk menyuarakan keluhan dan aspirasi masyarakat, kami percaya DPRD Sarolangun bisa mencari solusi terbaik,” katanya.

Zuber, Perwakilan Warga Pelawan Jaya juga mempertanyakan kepada bapak pimpinan DPRD bahwa apakah wajar masyarakat yang tinggal di rumah sendiri merasakan tidak nyaman.

Maka iapun meminta perusahaan PT SMM tutup secara permanen atau memindahkan lokasi pabrik ke tempat yang jauh karena merugikan masyarakat seperti pencemaran lingkungan, pencemaran udara dan menimbulkan keresahan masyarakat.

” Kami sudah meminta baik-baik dengan perusahaan, dan kami minta sebelum ada titik terang agar perusahaan yang tidak beroperasi dan perusahaan telah membuka segel yang kami buat dan perusahaan hari ini juga masih beroperasi,” katanya

” Kami mendesak perusahaan bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi di sekitar lingkungan perusahaan. Persoalan ini bukan hanya persoalan keluhan warga, tetapi sudah masuk dalam pelanggaran hukum dan hak asasi manusia, ” kata dia menambahkan.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Sarolangun Syahrial Gunawan mengatakan bahwa keluhan dan aspirasi dari masyarakat ini tentu akan menjadi catatan bagi dewan dalam memberikan solusi bagi masyarakat.

” Aspirasi ini kami tampung dan kami akan melakukan rapat, berikan kepercayaan kepada kami, dan kita akan keluarkan rekomendasi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa kita putuskan,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani menegaskan bahwa sebagai wakil masyarakat, apapun keluh kesah dan permasalahan masyarakat wajib di akomodir oleh DPRD.

” Dan insya Allah kita akan cari jalan terbaik, tidak saling merugikan masyarakat. Kami duduk disini karena masyarakat, jadi berikan waktu kepada kami untuk bisa kami tindak lanjuti,” katanya.

” Kami harus cek ke lapangan, pada hari ini perlu kami sampaikan, kegiatan kita banyak seperti BANMUS, paripurna desa Sido Mukti, dan paripurna reses. Maka kami minta waktu,” kata dia menambahkan.

Audiensi tersebut berakhir dengan kesepakatan bersama, Pimpinan DPRD Sarolangun menerima dokumen pengaduan keluhan dan aspirasi dari Masyarakat Desa Pelawan Jaya untuk ditindaklanjuti dan diakhiri dengan Poto bersama.