SAROLANGUN – Polres Sarolangun menggelar sayembara bagi warga yang melaporkan pelaku pembakaran hutan dan lahan penyebab Karhutla. Nantinya, setiap laporan yang terbukti valid akan diberikan imbalan uang, sebagai bentuk apresiasi dalam mencegah karhutla meluas di Sarolangun.
Kasat Reskrim AKP Yosua Adrian menjelaskan bahwa masyarakat yang ingin mengikuti program tersebut wajib menyertakan bukti pendukung yang jelas. Bukti tersebut dapat berupa foto kejadian, titik lokasi peristiwa, identitas terduga pelaku, serta minimal dua orang saksi.
“Laporan dapat disampaikan langsung ke Polres Sarolangun dengan melampirkan bukti yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Identitas pelapor akan dirahasiakan,” ujarnya, Minggu (26/7).
Ditambahkan, kebijakan ini merupakan hasil kesepakatan bersama sejumlah pihak terkait di Sarolangun, menyusul meningkatnya insiden karhutla dalam beberapa waktu terakhir.
Kasat Reskrim membeberkan, pemberian hadiah diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku pembakaran lahan sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan. Polres Sarolangun menilai peran warga sangat penting dalam mendeteksi dini potensi kebakaran, terutama di wilayah yang sulit dijangkau petugas.
Selain sebagai upaya penegakan hukum, program ini juga bertujuan membangun kesadaran publik bahwa pembakaran lahan membawa dampak serius, baik terhadap kelestarian lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun keselamatan warga.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan karhutla demi menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup bersama,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Sarolangun AKBP Wendi
Oktariansyah menambahkan bahwa penanggulangan karhutla bukan hanya tugas aparat, tetapi memerlukan keterlibatan semua pihak.
Dijelaskan bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan sangat luas, mulai dari munculnya kabut asap, rusaknya ekosistem, hingga gangguan kesehatan masyarakat. Pihak kepolisian bersama TNI dan pemerintah daerah, terus melakukan berbagai langkah pencegahan di lapangan.
“Sinergitas lintas sektor ini menjadi kunci utama dalam menekan angka kebakaran di wilayah Sarolangun. Upaya pencegahan terus diintensifkan agar potensi kebakaran dapat diminimalisir sejak dini, sebelum meluas dan sulit dikendalikan,” pungkasnya.

