SAROANGUN ONLINE – Sudah 143 hektar luasan kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terjadi di wilayah Kabupaten Sarolangun sepanjang periode Januari hingga pertengahan Agustus tahun 2026.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah, kasus Karhutla di Sarolangun tahun 2026 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Dari total 143 hektar lebih lahan yang terbakar, 47 hektar diantaranya merupakan lahan gambut dan 96 hektar lainnya adalah lahan mineral.
Danrem 042 Gapu, Brigjen TNI Nyamin dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Sarolangun meminta persamaan persepsi dalam menghadapi kemarau yang diprediksi akan sampai bulan Oktober.
“Kita sudah melaksanakan rapat koordinasi terkait penanggulangan bencana karhutla, ini sebetulnya saya sudah melaksanakan kegiatan ini keliling, cuma pada hari ini pagi di Merangin dan siang ini di Kabupaten Sarolangun,” katanya didampingi Bupati Hurmin, Jumat (21/8).
Menurutnya, berdasarkan informasi dari BMKG untuk musim kemarau tahun ini diprediksi akan lebih panas dibanding musim-musim di tahun sebelumnya.
“Kita harus bersama-sama menyinergikan berbagai instansi untuk sama-sama melakukan pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran ini. Harapannya jangan sampai ini bertambah banyak dan meluas,” ujarnya.
Nyamin meminta, koordinasi lebih ditingkatkan dan upaya penanggulangan bisa lebih maksimal kedepan. Selain itu, mengenai tindakan hukum yang mengancam pelaku pembakaran hutan dan lahan sudah jelas disampaikan Kapolda.

