METROJAMBI.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun menggelar rapat koordinasi percepatan swasembada pangan berbasis Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) dan bimbingan teknis PPL se Kabupaten.
Bersama Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Jambi. Kepala BRMP Jambi, Yunimar mendorong penyuluh pertanian lapangan meningkatkan kinerja dan mengikuti proses uji kompetensi untuk peningkatan ilmu penyuluh.
“Kita harus mendukung penuh program bapak presiden dalam mewujudkan swasembada beras. Untuk mencapai swasembada harus mencapai peningkatan produksi,” katanya, Senin (10/8).
Menurutnya, jika di Sarolangun produktivitas 4,5 ton per hektar. Maka dalam waktu singkat peningkatan produksi diminta naik hingga 10 persen menjadi 5 ton.
Ditambahkan, seluruh pemangku kepentingan diminta memiliki pemahaman dan komitmen yang sama dalam mengawal implementasi PM-ASS diwilayah.
Sementara itu, Bupati Sarolangun Hurmin menambahkan penguatan strategi dalam meningkatkan produksi padi diperlukan.
“PM-AAS merupakan salah satu pendekatan budidaya berbasis teknologi yang diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi pangan. Sinergi seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar sektor pertanian mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Bupati meyakini, program PM-AAS merupakan langkah strategis untuk mentransformasi sistem pertanian dari pola konvensional menuju pertanian modern berbasis mekanisasi guna meningkatkan efisiensi usaha tani.
“Saya berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemda, penyuluh pertanian, akademisi dan petani semakin kuat sehingga mampu meningkatkan produktivitas padi sekaligus mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Sarolangun,” pungkasnya.

