sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

WASPADA, Pelecehan Seksual di Sarolangun Tinggi

Januari Pelayanan Terpadu Terima 6 Kasus

TERBENGKALAI: Kantor P2TP2A akan difungsikan menyusul berdirinya dinas Pemberdayaan perempuan dan Anak di Kabupaten Sarolangun. Foto Hamzah

SAROLANGUN-Sempat terbengkalai, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang berlokasi di samping Masjid Al Falah Pasar Sarolangun bakal difungsikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2A) Kabupaten Sarolangun.

Febriati, SE, Pelaksana Tugas Kepala Dinas P2A Kabupaten Sarolangun pada harian ini mengatakan, dengan difungsikannya P2TP2A tersebut, banyak manfaat yang akan dirasakan masyarakat, seperti penyelesaian kasus KDRT, kekerasan terhadap anak, pelecehan seksual, dan kasus-kasus lainnya menyangkut perempuan dan anak.

“Selain menyediakan psikolog untuk mengobati trauma korban, kami juga akan libatkan partisifasi masyarakat,”ujar Febriati.

Dipaparkannya, di Kabupaten Sarolangun saat ini kasus kekerasan terhadap anak dan pelecehan seksual diprediksi cukup tinggi, bahkan per Januari 2017 saja pihaknya sudah menerima enam kasus, baik limpahan dari kepolisian maupun dari masyarakat langsung.

“Usia korban rata-rata tujuh hingga sembilan tahun, dan semuanya dilakukan orang terdekat, bahkan masih ada hubungan keluarga,”jelasnya.

Bukan hanya itu, mantan sekretaris BKP2D tersebut juga bakal turun ke masyarakat dan sekolah-sekolah guna mensosialisasikan bahaya pergaulan bebas dan KDRT.

Disinggung apa penyebab tingginya kasus pelecehan seksual itu sendiri, Febriati menggambarkan tidak adanya efek jera bagi predator anak, karena hukuman yang dijatuhkan relatif ringan.

“Bisa saja hukuman yang masih tergolong ringan, jadi tidak ada efek jera bagi pelaku maupun yang lain,”ujar mantan atlit bulutangkis tersebut.

Oleh karena itu, Febriati menginnatkan pada masyarakat untuk menghindari Kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan seksual terhadap anak, sebab selain dilarang undang-undang juga dilarang keras dalam agama.

“Bagi yang sudah mengetahui adanya kasus tersebut kami harap segera melapor pada kami,”harapnya.(so10)