sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Warga Segel Jembatan Gantung Rantau Gedang

RUSAK: Tampak kondisi Jamtung Rantau Gedang yang ditutup warga. Poto:wahid

SAROLANGUN–Sudah satu minggu terakhir ini Jembatan Gantung (Jamtung) lama Desa Rantau Gedang, Kecamatan Bathin VIII disegel masyarakat setempat alias ditutup sementara pakai plang papan yang dipermanenkan sehingga tidak bisa dilewati. Pasalnya, kondisi jembatan saat ini mulai mengalami kerusakan, seperti kawat sling baja penahan jembatan terlihat putus, akibatnya masyarakat khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan.

Ikhsan (28), salah seorang warga setempat kepada Koran ini kemarin (12/01) mengatakan jembatang yang menghubungkan antara Dusun Tuo dengan Dusun Baru di Desa Rantau Gedang itu, pada saat rehab tahun 2016 lalu kawat sling bajanya tidak diganti dengan yang baru.

“Ketika rehab kemarin. Kawat yang gedang di bawah itu tidak diganti, dicat bae. Sekarang, kawatnya sudah mulai putus, jadi khawatir jembatan ambruk, masyarakat sepakat ditutup sementara,’’ katanya.

Lanjut Ikhsan, masyarakat menginginkan, agar kawat itu segera diganti, apakah itu melalui ADD Desa setempat, sebab kalau swadaya masyarakat, kawat tersebut sangat mahal berkisar 30 juta rupiah.

“Kami minta Kades, menyikapi ini, agar benar memikirkan masyarakat,’’ jelasnya.

Sementara itu Kades Rantau Gedang, Uspandi, mengatakan,  penutupan sementara Jembatan tersebut berdasarkan Musyawarah Desa, saat ini pihak pemerintah desa hanya berupaya agar mendapatkan dukungan dana untuk perbaikan jembatan tersebut.

“Jembatan itu juga urat nadi perekonomian masyarakat, sebab itu banyak dilewati masyarakat, Jamtung berusia lebih kurang 20 tahun. Kita akan berupaya agar jembatan itu bisa diperbaiki,’’ jelasnya.

Camat Bathin VIII, Masri, SH, saat ditanyai mengenai jembatan ini, mengharapkan masyarakat untuk saat ini tidak melewati jembatan itu. Namun menghimbau agar melewati jembatan alternatif di Dusun Seberang, karena di Desa Rantau Gedang saat ini ada dua Jembatan Gantung.

“Posisi jembatan itu sudah lamo, jalan alternatif ado karena ada dua jembatan. Tapi orang banyak lewat jembatan lamo ini, itu makanya cepat rusak. Kita himbau agar tetap waspada,’’ sebutnya.

Untuk saat ini, ia mengaku sudah melaporkan kondisi ke Bapak Pj Bupati Arief Munandar, dan juga Kepala Dinas PU Sarolangun Arif Ampera, namun belum ada tanggapan. Ia berharap, agar persoalan masyarakat ini segera ditanggapi, sebab jembatan gantung tersebut sangat membantu perekonomian masyarakat setempat, terutama mempermudah akses jalan.(so31)