sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Warga SAD Jadi Pengemis Kota Muarabulian

photo-pengemis-batanghari
Warga SAD mengemis di salah satu SPBU Muarabulian. Photo : raden suhur

MUARABULIAN- Belasan warga Suku Anak Dalam (SAD) menjadi pengemis jalanan di Kota Muarabulian. Hal ini termasuk peristiwa langka. Masalahnya, warga SAD dikenal dengan pola hidup melangun atau berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya didalam hutan.

 Pantauan di lapangan, kelompok SAD yang didominasi oleh anak-anak dan lanjut usia itu terlihat disepanjang jalan kota Muarabulian. Belasan warga SAD terlihat mendatangi toko dan juga mangkal di SPBU Muarabulian dan Tembesi dan SPBU sungai buluh untuk meminta sumbangan dari warga maupun petugas SPBU.
Salah satu warga SAD, Bogonjong, yang berhasil dikonfirmasi mengatakan bahwa mereka berasal dari Kecamatan Kuamang Kuning, Kabupaten Muaro Bungo. Mereka datang ke Muarabulian dengan berjalan kaki. “Kami dari Kuamang, minta sumbangan dan jugo nyari kuro-kuro dirawa untuk dijual dan untuk makan. Di hutan sudah susah cari makan,”kata salah seorang warga SAD.

Kedatangan SAD di Kecamatan Muarabulian diperkirakan karena semakin susahnya mereka mendapatkan bahan makanan di kawasan asal. “Sekarang kan perusahaan sudah banyak, sehingga lahan yang biasa tempat mereka mencari makan semakin sempit. Dan akhirnya lari ke Kota meminta-minta uang, untuk kebutuhan makan,”ujar salah satu warga Muarabulian yang berada di SPBU Muarabulian.

Ia mengaku terkejut dengan kehadiran warga SAD. Ia meminta pemerintah untuk melakukan penertiban karena dikhawatirkan dapat meresahkan masyarakat. “Kita belum terbiasa dengan cara menghadapi atau berkomunikasi dengan warga SAD. Kami berharap, pemerintah segera memperhatikan hal ini,”ungkapnya.(hur)