sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Warga Meragukan Kualitas Jalan Pekan Gedang – Muara Talang

DIKERJAKAN: Tampak proses pekerjaan jalan rigid beton Pekan Gedang-Muara Talang. Poto:adi

Ada Batu Bulat di Pekerjaan Rigid Beton

SAROLANGUN-Sejauh ini Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Sarolangun, terus menerus mengalokasikan Dana APBD setiap tahunnya guna meningkatkan infrastruktur jalan, yang bertujuan agar tidak ada lagi daerah yang dianggap terisolir di wilayah Provinsi Jambi termasuk Kabupaten Sarolangun. Namun hal itu sulit untuk diwujudkan, apabila pihak rekanan masih memikirkan keuntungan yang besar dari pada kualitas pekerjaan.

Tahun ini, Pemerintah Provinsi Jambi mengucurkan dana belasan miliar rupiah untuk pembangunan jalan rigid beton di ruas jalan Pekan Gedang-Muara Talang Kecamatan Batang Asai. Namun sayang pekerjaan jalan tersebut belum maksimal, karena ada dugaan pihak rekanan masih berbuat curang untuk meraih keuntungan besar.

Menurut pantauan di lapangan, diduga kurangnya transparansi pihak rekanan, terkait tidak adanya papan merek proyek yang dipasang. Bahkan warga menilai, hasil pekerjaan tersebut diragukan kualitasnya, dan umur dari jalan rigid beton nantinya, diperkirakan tidak akan bertahan lama.

“Kami sangat menyayangkan apabila jalan rigid beton ini hanya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka pendek. Soalnya, material batu yang digunakan banyak titemukan batu sirtu yang tidak dipecah, bahkan ada batu bulat sebesar kepalan tangan, padahal seharusnya menggunakan batu split,’’ kata Eman warga Desa Simpang Narso, pada wartawan saat bertemu di lokasi pekerjaan proyek. Minggu (5/11).

Selain itu menurutnya, besi yang digunakan hanya besi bulat polos, dan jalan rigid beton ini ini tidak ada pondasi cor.

‘’Setahu saya kalau membuat bangunan harus mempunyai pondasi, kalau dalam pembuatan jalan rigid beton dikenal dengan istilah kuku, gunanya agar dasar dari jalan rigid beton tidak langsung nempel ke tanah, dan terkena air. Apalagi saat ini intensitas hujan cukup tinggi, diperkirakan coran rigid beton akan cepat hancur terkena air,’’ katanya.

Eman membandingkan pekerjaan jalan Desa Sungai Salak-Pekan Gedang yang sama-sama menggunakan konstruksi rigid beton dan sama-sama menggunakan dana APBD Provinsi yang juga dikerjakan tahun ini yang dikerjakan PT Perdana Lokaguna dengan nilai kontrak 15 Milyar.

Menurut Eman, jalan rigid beton yang ada di Desa Sei Salak – Pekan Gedang, material yang digunakan untuk jenis batu merupakan batu split, besinya besi ulir, dan nampak adanya pondasi di pinggir. ‘’Jadi kami sebagai masyarakat bingung, kenapa adanya perbedaan proses pembuatan rigid beton yang ada di desa kami,’’ ungkap Eman.

Sementara itu ketika dikonfirmasi, terkait adanya keluhan dari masyarakat, pihak rekanan Mirza, mengatakan, apa yang dilakukan pihaknya sudah sesuai Rancangan Anggaran Belanja (RAB).

“Untuk jenis besi yang digunakan di dalam RAB hanya menyebutkan berdasarkan tonase bukan jenis besi, kalau untuk kuku itu memang tidak ada dalam gambar, dan kalau untuk material batu kami sudah makai batu split, jika masih ada batu yang bulat ditemukan itu mungkin tidak terpecah dimesin, tidak ada unsur kesenagajaan,’’ sebut Mirza.(so9)