sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Warga Lidung Segel Lahan PT KDA

SEGEL: Tampak warga menyegel lahan PT KDA dan menyisir lahan yang masih dipersoalkan masyarakat. Poto:adi

#Tuntutan Warga Belum Dikabulkan

SAROLANGUN-Ratusan warga Desa Lidung, Kecamatan Sarolangun kembali melakukan aksi demo terhadap Koperasi Tiga Serumpun mitra PT Kresna Duta Agro (KDA), Senin (13/11). Aksi tersebut dilakukan terkait permasalahan sengketa lahan adat masyarakat Desa Lidung yang dikelola oleh pihak perusahaan sawit tersebut dengan cara bagi hasil.

Dari pantauan awak media di lapangan, ratusan massa yang melakukan aksi demo menyisir lahan PT KDA yang berada di wilayah Batang Merangin, tepatnya pada devisi 4, 5, dan 6. Kedatang warga kali ini (13/11), bukan lagi menyampaikan tuntutannya, melainkan melakukan penyegelan kepada Koperasi Tiga Serumpun.

Ismail, Koordinator Aksi, saat dikonfirmasi awak media mengatakan, bahwa penyegelan kantor Operasional Lapangan yang berada di Divisi 4, 5 dan 6 adalah wilayah yang terindikasi menjadi sengketa lahan milik masyarakat Lidung. Karena lahan milik warga Lidung terletak di Divisi 4, 5, dan 6 sesuai dengan akad kredit yang telah habis.

“Ini adalah aksi kami yang kedua setelah melakukan aksi pada 30 Oktober lalu. Sebelumnya pihak perusahaan berjanji akan memenuhi tuntutan kami. Tapi sampai saat ini ternyata belum terealisasi. Makanya kami warga Desa Lidung melakukan aksi demo kembali dan melakukan penyengelan,”kata Ismail.

Disampaikannya, aksi tersebut dilakukan untuk meminta kejelasan atas hak lahan warga, terkait tanah adat yang dikelola oleh perusahaan dan apa yang didapat oleh masyarakat terkait keberadaan pihak perusahaan.

“Sampai ada kejelasan dari pihak perusahaan, kami meminta kepada PT KDA dan Koperasi Tiga Serumpun, untuk ‘STOP’ semua aktifitas kegiatan panen buah di lahan milik warga Lidung yang dikelola perusahaan,”tegas Ismail.

Untuk itu katanya, warga Desa Lidung sudah memberikan pengumuman kepada buruh panen, untuk sementara stop melakukan pemanenan TBS di wilayah Divisi 4, 5 dan 6, karena wilayah tersebut masih dalam status bersengketa antara masyarakat Desa Lidung dan PT KDA.

“Jangan ada buruh panen yang coba-coba secara diam-diam menggambil buah di lokasi warga yang luasnya sekitar 800 hektar ini. Kami akan tindak dan husir sampai sengketa masyarakat Desa Lidung dan PT KDA selesai,”pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak perusahaan maupun pihak Koperasi Tiga Serumpun belum bisa dihubungi.

Menurut informasi yang didapat harian ini, aksi masyarakat sudah berlangsung beberapa kali dan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada perusahaan dan koperasi, seperti perusahaan diminta membersihkan Danau Biaro yang berada di Desa Lidung, pembangunan masjid, pembangunan jalan dan jembatan, penerimaan masyarakat Lidung bekerja di PT KDA, pembukaan jalur air, pembukaan lahan TKD Desa Lidung dan sejumlah tuntutan lainnya. Namun sayang tuntutan masyarakat tersebut belum ada jawaban dari pihak perusahaan.(so9)