sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Warga Geruduk PT Agrindo

Tuding Perusahaan tak Ada Transparansi

MEDIASI: Warga dan pihak perusahaan saat melakukan mediasi dikawal pihak kepolisian. Poto:hendri

SAROLANGUN-Konflik antara warga dan perusahaan di Sarolangun kembali terulang. Kali ini konflik antara perusahaan dan warga yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Putera Bathin Limo (HIMPABAL) yang melakukan unjuk rasa ke PT Agrindo Panca Tunggal Perkasa (APTP), Rabu (04/12) kemarin. Konflik itu mamang sudah bertahun-tahun lamanya terjadi dan kini terulang kembali dengan berbekal beberapa tuntutan.

Muhammad (Korlap aksi) dalam orasinya menyampaikan, pihak perusahaan selama ini tidak transparan dalam mengelola kebun masyarakat yang telah dipola mitrakan sejak tahun 1988. Perjanjian kesepakatan awal, hasil pembangunan kebun sawit 20 persen untuk masyarakat tidak pernah direalisasikan. Lalu pembangunan kebun plasma berdasarkan kesepakatan awal, sampai saat ini tidak dibangun, dan CSR sampai saat ini belum dinikmati oleh masyarakat sekitar perusahaan.

“Untuk itu, sebelum mengurus perpanjangan izin HGU ke Pemerintah Pusat, pihak perusahaan harus lebih dulu menyelesaikan kewajiban dan tanggungjawab kepada masyarakat sekitar perusahaan. Diduga kuat, lahan yang dikelola oleh PT APTP tidak sesuai ijin HGU yang dimiliki sekitar 2.000 Ha lebih,” katanya.

“Awalnya berupa kebun Kakao dialihfungsikan menjadi kebun Sawit dengan sistem pola mitra (sistem bagi hasil). Yang fakta di lapangan tidak dilaksanakan secara maksimal oleh pihak perusahaan,” katanya lagi.

Setelah melalukan orasi, dan didampingi pihak Polres Sarolangun, pihak perusahaan menerima sejumlah perwakilan untuk dilakukan mediasi. Alhasil Hans Pasaribu Manager PT APTP dan masyarakat dalam mediasi itu mendapatkan beberapa keputusan yang disepakati bersama.

Dari hasil itu, permasalahan masih berlanjut di lapangan mereka akan melakukan pertemuan lagi dengan unsur Forkopimda Sarolangun guna membicarakan permasalahan enclave lahan kelebihan HGU PT APTP dengan menghadirkan pihak terkait, yaitu Dinas Perkebunan Sarolangun, BPN Sarolangun dan instansi terkait lainnya. Sepakat pihak perusahaan mengenclave/mengeluarkan sekitar 94 Ha lahan kelebihan dari HGU PT APTP.

“Perusahaan memenuhi bagi hasil 20 persen hasil kebun sawit kepada masyarakat yang terikat pola mitra sejak 2009 sampai 2019,” tandasnya.(cr5)