sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

UPTD Pasar Bubar, Satker Ambil Alih Penataan Pasar

PASAR : Penataan pasar akan dimaksimalkan. Tampak Pasar Singkut. Photo : wahid

SAROLANGUN –  Kepala UPTD Pengelolaan Pasar, Kabupaten Sarolangun,  Muhammad Nazir AMA Pd, menegaskan dengan diturunkannya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 13 Tahun 2018 tentang struktur UPTD Pasar, yang membubarkan UPTD Pasar di kecamatan dan diganti menjadi Satuan kerja (Satker), akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan penataan pasar kearah yang lebih baik.

“Yang jelas saya akan berusaha semaksimal mungkin menata pasar sesuai dengan komitmen dan peraturan pemerintah, seperti kebersihan pasar, dan keluhan masyarakat akan kita tanggapi. Jika memang ada kritikan masukan itu akan jadi pelajaran bagi kita meningkatkan kinerja,” kata pria yang baru dilantik jadi Kepala UPTD Pasar Kabupaten Sarolangun itu, kemarin.

Ia juga berkomitmen akan membina para Satker yang ada di kecamatan dalam mengelola pasar, agar bagaimana nantinya Satker ini akan menjadi ujung tombak dalam mengelola pasar untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat khususnya para pedagang dalam beraktivitas.

“Ya, dengan Perda yang baru itu, maka harus disatukan dan di kecamatan hanya ada Satker, dan kita akan membina itu, agar para pedagang nyaman saat berjualan dengan peraturan baru itu. Kita berusaha semaksimal mungkin untuk yang terbaik  yang penting kita kerjasama baik dengan masyarakat maupun pemerintah,” jelasnya.

Soal retribusi pasar dan pedagang kaki lima, katanya akan disesuaikan dengan aturan nantinya, akan ada petugas khusus yang akan melakukan penagihan bagi para pedagang. Hanya saja saat ini, pihaknya akan berupaya untuk melakukan pendataan jumlah para pedagang yang ada di sejumlah pasar di Kabupaten Sarolangun.

“Kita harus berjalan sesuai aturan ,kita sosialisasikan dan kita data PKL itu, jadi kedepan kita data semua pedagang, manisan ada, sayuran ada nanti kita data semua supaya jelas. Nanti akan petugas dibentuk sesuai tupoksi masing-masing bagian penagihan retribusi dan kebersihan,  kalau ada masalah kita akan undang pedagang yang komplen itu karena itu hak mereka, untuk mencari jalan keluarnya,” tukasnya.(so31)