sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Tunggakan Listrik Capai Rp  3,2 Miliar

pln
Petugas PLN sedang mencabut amper listrik di salah satu kantor Dinas. Foto ist

SAROLANGUN- Mengejutkan, ternyata tagihan listrik masyarakat kabupaten Sarolangun membengkak hingga miliaran rupiah. Dari semester satu atau bulan Januari hingga Juni 2019, tunggakan pembayaran listrik itu mencapai total senilai Rp 3, 2 Miliar rupiah.

Nilai itu terdiri dari tunggakan per satu bulan lancar dengan nilai Rp 1,5 Miliar, tunggakan lembar ke dua (dua bulan,red) Rp 800 juta, tunggakan tiga lembar Rp 300 juta dan empat lembar ke atas senilai Rp 800 juta.

Tak hanya itu, untuk seluruh instansi di pemda Sarolangun, tunggakan mencapai senilai 524 juta.

Tagihan juga dikenakan yang paling banyak di sektor Penerangan Jalan Umum (PJU) senilai Rp 528 juta dan untuk perkantoran yang mencapai 300 jutaan.

Manager PLN ULP Sarolangun, Rinaldo Jaya Sitorus mengaku jika tagihan yang paling banyak ada di sektor PJU.

Atas hal itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait yaitu Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim).

“Kita sudah komunikasi Dinas Perkim. Dan mereka (dinas perkim) hanya sanggup membayar hanya 383 juta, mereka minus bayar 144  juta dan sangat kita sayangkan,” katanya, kepada awak media, Jumat (28/06) lalu.

Ia menjelaskan, pajak penerangan jalan dari iuran masyarakat itu bisa mencapai 11 Milyar dalam kurun waktu 1 tahun.

Artinya, 10 persen dari rekening, bisa sampai 10 hingga 11 Milyar. Sementara yang dianggarkan pemda hanya 2.5 miliar dan hanya seperempat dari yang dibayarkan masyarakat.

“Ini sangat kita sayangkan,” katanya. (so31)