GERBANG INFORMASI KITO

TPS Teluk Kecimbung Batal PSU

Pengitungan Perolehan Suara di TPS 2 desa Benai Dalam Pada pemilu 17 April lalu. Foto:dok/so

SAROLANGUN– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sarolangun menyimpulkan, terkait rekomendasi Bawaslu untuk melakukan pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 4 Desa Teluk Kecimbung kecamatan Bathin VIII, dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS)

Komisioner KPU Sarolangun, Ali Wardana mengatakan, memang ada tujuh anggota KPPS  sudah diperiksa. Pengakuan dari ketua KPPS yang mengatakan, bahwa surat suara memang sudah dicoblos.

Dilanjutkan Ali, menurut keterangan  ketika pemeriksaan, ada 39 surat suara yang dicoblos. Pencoblosan itu dilakukan sesudah pemilihan, waktunya diantara magrib.

“Jadi yang lain pada istrirahat, sholat, nah.. waktu itu, tapi  anggota KPPS yang lain tidak terlibat. Bahkan anggota KPPS dak tahu. Kalau sesuai dengan undang-undang untuk sanksinya ya pidana,”katanya

Dijelaskannya, memang atas kejadian ini masyarakat dan keinginan dari perserta pemilu sudah pasti mengarah ke Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Tetapi KPU tentu bertindak berdasarkan aturan dan regulasi yaitu PKPU, Undang-Undang No. 7 tidak terpenuhi unsur PSU.

Dikatakannya, karena yang bisa terpenuhi PSU, jika ada orang yang tidak berhak menggunakan hak pilih disuatu wliayah, tetapi menggunakan hak pilihnya.

“Tetapi ini yang terjadi pencoblosan berkali-kali oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” katanya

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sarolangun kembali melontarkan pernyataan bahwa menurut penilaian Bawaslu setiap rekomendasi yang dikeluarkan Bawaslu sudah melalui pengkajian terlebih dahulu.

“Artinya apa? Rekomendasi  Banwaslu untuk melakukan PSU sudah memenuhi syarat (MS) untuk dilakukan PSU,” kata Mudrika, Divisi Hukum, Penindakan dan Pelanggaran (HPP) Bawaslu Sarolangun

Sebelumnya, memang pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sarolangun mengaku bahwa pihaknya merekomendasikan satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) 4 di Desa Teluk Kecimbung, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun mengadakan pemungutan suara ulang (PSU).

Alasan dilakukannya pemungutan ulang itu timbul berbagai permasalahan seperti adanya oknum KPPS dengan oknum pengawas dan oknum saksi pemilu diduga mencoblos surat suara tanpa haknya pilihnya.(so31)