GERBANG INFORMASI KITO

Tokoh CNG Berharap Bendung Bt Asai tak Timbulkan Konflik

DIRESMIKAN: Tampak acara peresmian dimulainya pembangunan Bendung Batang Asai di Kecamatan CNG. Poto:dok

SAROLANGUN-Masyarakat Cermin Nan Gedang (CNG) sangat mendukung pembangunan Bendung Batang Asai di Desa Kampung Tujuh Kecamatan Cermin Nan Gedang (CNG). Salah satu tokoh masyarakat CNG, Ahmad Jani kepada sejumlah wartawan di Sarolangun kemarin (12/12) mengungkapkan dukungan tersebut. Sebab menurutnya mega proyek tersebut bakal membawa banyak keuntungan kepada masyarakat Cermin Nan Gedang.

‘’Kita sangat mendukung sebab bermanfaat untuk kemaslahatan masyarakat CNG khususnya dan masyarakat Kabupaten Sarolangun pada umumnya,’’ kata Ahmad Jani yang pernah menjabat Kades Lubuk Resam selama 12 tahun.

Namun menurut Ahmad Jani, jika proyek pembangunan Bendung Batang Asai tersebut salah kelola, bukan tidak mungkin akan menimbulkan konflik baru dan pembangunannya bisa gagal.

‘’Kalau salah kelola dengan menabrak berbagai aturan yang ada, bisa saja menimbulkan konflik dan pembangunannya gagal,’’ katanya.

Salah satu yang harus menjadi perhatian pemangku kebijakan dalam pembangunan Bendung Batang Asai menurut Ahmad Jani adalah soal perekrutan tenaga kerja yang akan diperkerjakan dalam mega proyek tersebut.

‘’Pemangku kebijakan dalam hal ini Balai Wilayah Sungai Sumatera VI dan kontraktor pelaksana PT Media Karya wajib memperkerjakan pekerja lokal asal Desa Kampung Tujuh dan desa-desa lain yang ada di sekitar lokasi pembangunan proyek bendung,’’ katanya.

Menurutnya kalau pihak kontraktor memperkerjakan pekerja dari luar itu bisa memicu protes dari masyarakat.

‘’Sebab aturan yang berlaku, wajib memperkerjakan pekerja lokal dengan tujuan untuk kesejahteraan dan bisa mendongkrak prekonomian warga sekitar,’’ katanya.

Termasuk dalam penggunaan alat-alat pendukung proyek seperti kendaraan angkutan, wajib juga memakai kendaraan milik warga sekitar. ‘’Saya rasa seperti dumptruk puluhan di CNG saya rasa tak perlu lagi mendatangkan dari luar,’’ katanya.

Lebih jauh dikatakan Ahmad Jani kalau memang pihak kontraktor masih tetap memakai pekerja dari luar, maka warga akan menolak pembangunan khususnya warga Lubuk Resam.

‘’Bisa saja kami warga Lubuk Resam tak mau memebrikan tanah kami untuk saluran primer maupun skunder. Pembangunan bisa batal kalau kamu warga Lubuk Resam tak mau memberikan tanah kami meski dijanjikan dengan harga mahal,’’ tandasnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu telah dilakukan presmian pembangunan Bendung Batang Asai di Desa Kampung Tujuh. Dana yang digelontorkan untuk pembangunan proyek tersebut sangat fantastis, totalnya mencapai 400 Miliar. bendung Batang Asai ini akan dikerjakan tiga tahun anggaran dengan masa kerja dua tahun dan diperkirakan selesai 2019 mendatang.(so30)