sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Tindak Tegas Perusahaan Penyebab Karhutla

SAROLANGUN-Secara Nasional Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia pada 2016 lalu terjadi penurunan yang signifikan yakni capai 83 Persen 2016 dari 2015 lalu. Khusus di Kabupaten Sarolangun pada musim kemarau tahun lalu kasus Karhutla juga terpantau dibeberapa hotspot baik di lahan gambut dan lahan perkebunan.

Seperti yang disebutkan oleh Pj Bupati Sarolangun Arief Munandar kepada harian ini, belum lama ini, seluruh Bupati dan Walikota yang memiliki kasus Karhutla dipanggil oleh presiden RI Jokowi guna antisipasi terjadinya kasus Karhutla dibeberapa wilayah termasuk di kabupaten Sarolangun.

“Pemerintah Kabupaten dan kota bersama Pemerintah Provinsi diminta bahu membahu menjaga daerahnya agar tidak ada titik hotspot apa lagi saat musim kemarau,”kata Pj Bupati yang juga kepala BPBD Provinsi Jambi ini.

Diakuinya, berdasarkan data pemerintah Pusat Indonesia terjadi penurunan kasus Karhutla 2016 dibandingkan yang terjadi 2015 lalu. Untuk itu kata Pj agar Privinsi Jambi, khususnya Sarolangun agar mewaspadai terjadinya titik hotspot apa lagi saat kemarau.

“Kita baik pemerintah provinsi dan kabupaten kita agar mensosiliasaikan kepada masyarakat luas untuk tidak membakar hutan,”tambah Arief Munandar.

Ia mengintruksikan kepada seluruh eleman dan stakeholder agar bahu membahu mengatasi Karhutla ini. Sebab akibatnya berefek tidak baik yang sangat luar biasa baik daerah sendiri maupun tetangga.

“Apa lagi perusahaan wajib menjaga lahannya masing-masing dan memiliki alat pemadam kebakaran. Mulai dari embung, menara api dan mobil pemadam,”ujarnya.

Selain itu, Bupati berjanji akan menindak tegas jika ada perusahaan yang melanggar hingga terjadinya Karhutla.(so9)