sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Tenaga Medis RSUD Khotib Quzwein Terima Insentif Penanganan Covid-19

SAROLANGUN – Polemik soal keluhan penanganan pasien positif Covid-19 dan biaya insentif bagi petugas medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Khotib Quzwein Kabupaten Sarolangun menemui titik terang.

Pihak RSUD Sarolangun secara Terang-terangan menjelaskan bagaimana mekanisme sebenarnya dalam penanganan pasien selama dirawat di RSUD Sarolangun serta pemberian insentif bagi tenaga medis.

Dirut RSUD Sarolangun dr Bambang Hermanto mengatakan terkait transparansi pemberian insentif tenaga medis dalam penanganan pasien positif covid-19.

Katanya, bahwa dalam menangani pasien pihaknya telah membentuk tim penanganan pasien positif covid-19 di RSUD Sarolangun melalui Surat Keputusan (SK). Jumlah tenaga medis yang didalam SK tersebut ada sebanyak 64 orang tenaga medis, terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, tenaga pendukung seperti tenaga labor dan rongen, satpam dan room boy di ruang isolasi.

“Seluruh kegiatan kita bentuk tim gugus penanganan covid-19 di rumah sakit, sekitar 64 orang tenaga medis. Yang melaksanakan tindakan pasien tersebut. Orang-orang inilah yang kita berikan insentif selaku garda terdepan. Kita koordinir untuk menjaring pasien, seluruh pasien yang masuk kita screening,” katanya.

Semua penanganan pasien positif virus corona ini, katanya tim medis menjalankan protokol yang ada dari Kementrian Kesehatan. Sehingga setiap tindakan medis memang sesuai dengan sop yang ada, sebab sebagai garda terdepan yang rawan terpapar virus corona, tentu harus menjaga betul bagaimana tenaga medis ini melaksanakan tugas dengan baik.

“Kita tahu banyak dokter dan perawat yang terpapar bahkan ada yang meninggal, bahkan ada rumah sakit tutup sementara, karena tenaga medis ya terpapar, “katanya.

Melihat kegigihan tenaga medis tersebut, untuk memberikan apresiasi dan penghargaan, maka pemerintah kabupaten sarolangun memberikan insentif bagi tenaga medis.

Selama lebih kurang 56 hari atau dua bulan lamanya, para tenaga medis bekerja, barulah diberikan insentifnya dengan jumlah pencairan yang dilakukan secara keseluruhan lebih kurang Rp 834 juta. Katanya, selain dana insentif ada juga dana puding yang diberikan kepada dokter dan perawat, seperti susu bearbrand, jus, dan tentunya penambah stamina yang diberikan setiap hari.

“Pemberian insentif berdasarkan instruksi presiden yang kemudian diteruskan oleh peraturan mentri keuangan diantaranya besaran insentif itu berupa Dokter 15 juta, perawat 7,5 juta, dokter umum 10 juta. Dan bagi tenaga medis kita, yang kita berikan dibawah dari besaran standar yang ditetapkan mentri keuangan,” katanya.

“Untuk Himsar Jaya, dalam transparansi penanganan covid-19, dan pihak mahasiswa sudah menerima penjelasan dari kami, mengenai transparansi penggunaan anggaran covid-19. Saat ini kita masih dalam kondisi aman, karena hanya ada empat pasien positif virus corona dan masih zona hijau,” kata dia menambahkan. (se31)