sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Tenaga Honorer Brutal, Sekda: Sudah TSK Akan Diberhentikan

SAROLANGUN–Masih ingat dengan kejadian pembacokan berdarah di Sri Pelayang, Kelurahan Sarkam, Kecamatan Sarolangun pada awal April lalu? Pelaku Jimmy Ola yang brutal terhadap Rukai (50)– menderita luka di bagian kepala dan Mirzan (35) luka dibagian tangan akibat terkena sabetan samurai pelaku.

Pelaku Jimmy Ola diketahui merupakan tenaga honor daerah di Setda Sarolangun, yang bertugas di Bagian ULP, terancam akan diberhentikan akibat perbuatannya. Karena selain mencemarkan nama baik Pemkab Sarolangun, juga merupakan perbuatan yang sangat dilarang selaku pelayan masyarakat.

Sekda Sarolangun, Drs H Thabroni Rozali, MM, kemarin (25/04) saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, mengaku baru mengetahui hal tersebut, ia akan mencari kepastian terkait statusnya sebagai honorer, dan jika sudah ditetapkan tersangka, maka akan diberikan ketegasan.

“Kita berhentikan kalau memang sudah jadi tersangka (TSK,red) , apalagi sekarang sudah tak masuk lagi, kita berhentikan. Saya dapat laporan, memang betul dulu dia (Jimmy, red) tugas di Bagian Hukum. Namun saat ini sudah pindah ke ULP,’’ katanya.

Ke depan ia mengharapkan, agar seluruh tenaga honorer di jajaran Pemkab Sarolangun untuk menjalankan tugasnya dengan baik, dan tidak melakukan tindakan yang bersangkutan dengan hukum, seperti yang dilakukan Jimmy Ola.

“Kita harap, ini sebagai pembelajaran bagi kita, ke depan harus memang betul-betul melihat bagaimana sifat serta kemampuan tenaga honorer jika melakukan rekrutmen,’’jelasnya.

Ia menyebutkan, perbuatan tersebut tidak berkemungkinan bisa dipengaruhi oleh obat-obatan terlarang, seperti Narkoba, maka ke depan ia akan melakukan tes urin bagi seluruh pegawai termasuk tenaga honorer.

“Kita lakukan tes urin, karena narkoba ini bisa mempengaruhi sifat dan mental seseorang, kita akan bekerjasama dengan rumah sakit, di APBDP kita akan anggarkan,’’ tandasnya.(so31)