sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Tak Satupun Honorer K2 di Sarolangun Yang Penui Syarat CPNS

SAROLANGUN –  Tahun 2018 ini, Pemerintah Kabupaten Sarolangun mengumumkan formasi penerimaan Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) sebanyak 240 orang, yang terdiri dari 155 tenaga guru, 43 orang tenaga kesehatan, 17 orang tenaga tekhnis, dan formasi CPNS K2 sebanyak 25 orang.

Kepala Badan Kepegawaian dan pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sarolangun, A Waldi Bakri, Selasa (18/9) kemarin, mengatakan bahwa khusus formasi CPNS K2, pihaknya terkendala aturan persyaratan umur dan pendidikan sarjana para honorer Kategori II (K2).

Kata Waldi, berdasarkan data yang ada, tidak ada satupun tenaga honorer K2 yang memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Kemenpan RI, yakni salah satunya umur maksimal 35 tahun dan Pendidikan harus mengantongi minimalnya strata satu (S1).

“Formasi K2 ada sebanyak 25, yang memang sk 38 menpan, dan itu kita akomodir. Setelah itu ada persyaratan persyaratan untuk K2 diantaranya umur, kita hanya khusus di guru semua, kita hanya dapat guru semua,” katanya.

Waldi mengatakan jika mengacu oleh menpan kepada Undang undang tenaga kependidikan, bahwa didalam undang undang tersebut tenaga kependidikan wajib sarjana strata satu.

“Kita diminta data pada 1 Agustus 2013 kalau tidak salah mereka harus sudah S1, jadi kalau S1 tahun 2014 tidak diakui dan tidak masuk. Sedangkan rata rata kita itu DIII paling banyak,  tapi diantaranya ada SI tapi faktor umur.  Sehingga dari data yang ada, satupun tidak ada. Kemarin saya komunikasi dengan bungo, sama nasibnya, rata rata  Semua daerah kendalanya di umur,” katanya.

Kemudian, katanya. Jika dialihkan ke formasi guru dalam penerimaan CPNS ini, katanya tidak diperbolehkan. Dengan demikian formasi K2 ini nantinya akan dikembalikan ke menpan kembali, dengan harapan tahun depan bisa dilakukan lagi perekrutan CPNS dari kalangan honorer K2 ini.

“Dalam aturannya, tidak boleh dialihkan ke guru, apabila tidak maka stop dan kalau tidak ada kita kembalikan, kami minta kedepan dibuat formasi khusus, pelamaran khusus, tekhnis khusus dan pelaksanaan khusus, namun mereka (menpan) mensinkronkan dengan pola sscn sekarang sehingga terjadi hal demikian,” katanya.

Namun demikian, katanya pemerintah akan berjanji akan mengeluarkan satu aturan, dimana mereka (honorer K2) akan disetarakan dengan PNS, berupa hak dan kewajiban akan sama dengan PNS. (So31)