sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Tak Satupun Anggota Dewan Hadiri Musrenbang Kecamatan Air Hitam

SEMANGAT: Meski tanpa dihadiri wakil rakyat, Musrenbang Kecamatan Air Hitam tetap berjalan. Foto Wahid

 SAROLANGUN-Musrenbang Kecamatan Air Hitam yang dilaksanakan pada Selasa tanpa dihadiri Anggota dewan yang notebene wakil rakyat Dapil Pauh, Air Hitam-Mandiangin.

Seperti kecamatan lainnya, pelaksanaan Musrenbang ini merupakan penyampaian usulan dari hasil musrenbang di setiap desa dalam kecamatan, untuk dirumuskan kembali di tingkat kecamatan.

Usulan tersebut, merupakan aspirasi masyarakat di setiap desa yang menjadi keluhan dan kebutuhan masyarakat, yang seharusnya bisa didengarkan anggota DPRD Sarolangun selaku wakil rakyat. Namun tidak semua kecamatan Anggotan DPRD bisa hadir pada acara Musrenbang.

Pantauan harian ini, Musrenbang Kecamatan Air Hitam, tidak satupun anggota DPRD Sarolangun yang hadir, khususnya Anggota DPRD Dapil II yakni Kecamatan Pauh, Air Hitam dan Mandiangin. Entah apa alasannya tidak bisa hadir, seperti di kecamatan lainnya yang mana Dewan selalu hadir pada saat Musrenbang.

Meskipun tidak dihadiri anggota dewan, pelaksanaan Musrenbang tetap berjalan dengan rencana yang dilakukan, Musrenbang di mulai sejak pukul 11.00 wib, dan berakhir pada pukul 15.30 wib.

Dalam pelaksanaan, Sekda Sarolangun Drs Tabroni Rozali, MM, Kepala Bappeda dedi Hendri, dan Camat Air Hitam Suryadi, mendengarkan usulan dari sembilan desa yang hadir, untuk dibahas bersama. Setiap usulan tersebut menyangkut dengan aspirasi masyarakat, yang di rencanakan untuk pembangunan tahun 2018 mendatang.

Camat Air Hitam, Suryadi, mengatakan bahwa dalam musrenbang sudah disepakati, usulan yang di sampaikan, merupakan usulan yang tidak bisa di akomodir oleh anggaran dana Desa, P2Dk.

“Anggaran dana desa, sudah kita fokuskan untuk membangun yang kecil. Nah, disini kita mengusulkan pembangunan yang butuh biaya besar, dan tentunya akan di bantu oleh APBD Sarolangun,”katanya.

Selain itu, ia meminta agar masyarakat air hitam tidak cengeng dalam menghadapi persoalan di desa, yang seharusnya bisa mengerjakan dengan cara gotong royong. Bukannya, selalu mengharapkan bantuan pemerintah daerah.

“Masyarakat Air Hitam jangan masyarakat cengeng, sedikit dikit ngeluh. Tapi kalau ada yang bisa di atasi, atasi cepat. Saya Minta kepala desa bersungguh-sungguh mengatasi banjir. Kalau ada banjir laporkan segera. Jangan kita salahkan kabupaten, belum berikan bantuan, karena tidak ada laporan, tapi salahkan kita. Apa yang kita perbuat untuk desa,”harapnya.(so31)