sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Setiap Minggu, 10 Kg Sabu Beredar Di Jalur Sarolangun-Bungo

RAKER : Rapat kerja (raker)  pemberdayaan masyarakat anti narkoba. Photo : wahid

SAROLANGUN –  Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN)  Provinsi Jambi,  Brigjend Drs M Toha Suharto,  mengemukakan peredaran narkoba jenis sabu di Jalur Sarolangun – Bungo,  hampir mendekati 10 Kg setiap minggu.

Sementara peredaran dari Jambi ke arah Tungkal sebanyak 12 kg perminggu, sehingga di provinsi jambi ada peredaran sabu seberat 22 kg perminggu.  Hal itu menjadi peredaran narkoba di provinsi jambi,  sudah mengalami krisis, dan butuh perhatian yang serius.

” Ya, Sarolangunkan bisa dilihat.  kita ini jalur Bungo- Sarolangun,  hampir mendekati linggau, itu  10 kg perminggu, dari sabu aja,  kalau untuk jambi ke arah tungkal 12 kg perminggu, jadi provinsi jambi 22 kilo, dan bukan darurat lagi tapi bahaya dan sudah kritis, “katanya,  saat diwancarai usai menghadiri kegiatan pemberdayaan masyarakat anti narkoba yang dihadiri Sekda Sarolangun Tabroni Rozali dan Kepala BNK Batanghari, di Ballroom Hotel Abadi,  Kamis (19/04) kemarin.

Ia juga menyebutkan bahwa harga sabu itu juga cukup mahal, di Provinsi Jambi rata rata 1,5 miliar per kilo, dan pasokan barang banyak dari China. ” Di china itu produksinya, dijambi itu rata rata 1,5 miliar satu kilo. jadi keuntungan berapa,” jelasnya.

Kedepan BNN akan melakulan upaya pemberantasan dan pencegahan narkoba,  dengan melaksanakan kegiatan sosialisasi anti narkoba. terutama kepada anak muda,  mulai dari kalangan SD, SMP dan SMA.

”  Upaya pertama,  pemberantasan kita melaksanakan kegiatan lebih aktif lagi,  hampir tiap minggu dapat tapi tidak kita ekspos karena itu akan mempengarui harga pangsa naiknya harga

kita ketahui,  1,2 juta satu gram, kalau harga mahal itu menguntungkan bandar juga. Kemudian pencegahan,  kita lakukan sosialisasi, tiap hari kita lakukan,  terutama anak muda,  sd,  smp dan sma karena itu sasaran empuk para bandar narkoba. kita tekankan jangan terkena narkoba, kalau kita tau ada pengguna beritahu kita,  kita akan rehab.  jangan berpikir akan ditangkap,  kita rehab dan kita sadarkan,  karena kalau dibiarkan akan merembet, “tukasnya. (So31)