sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Seluruh Elemen Masyarakat Diminta Kawal Kasus PETI

PETI UTAMA HL
Tampak Kapolres Saat memperlihatkan tersangka bersama barang bukti penadah emas hasil Peti beberapa waktu lalu. Photo: Dok

SAROLANGUN-Agar upaya pemberantasan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) benar benar tepat sasaran, seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sarolangun diminta mengawal kasus kasus PETI yang ada, mulai dari penyidikan di kepolisian, tuntutan di kejaksaan sampai proses di pengadilan. Artinya, vonis terhadap  pelaku PETI harus sesuai dengan perbuatannya.

‘’Pers, LSM, dan tokoh masyarakat mari sama sama mengawal kasus PETI. Karena akan sia sia, bila kita koar koar berantas PETI, tuntutan dan hukuman yang dijatuhkan terkesan ringan,’’kata Aher Ali SP, tokoh pemuda Limun, kepada media ini.

Dia menyebutkan, PETI telah berdampak buruk terhadap lingkungan masyarakat. Saat ini sungai Batang Tembesi dan Batang Asai keruh dan sudah tidak layak dikonsumsi akibat PETI.’’Kondisi seperti ini tak bisa dibiarkan, mari sama sama kita pro aktif terhadap kasus PETI,’’tegas lelaki yang juga pengurus Partau Hanura Kabupaten Sarolangun itu.

Seperti diketahui baru baru ini Kepolisian Resort Sarolangun, berhasil mengamankan 1 Kg lebih butiran emas dan uang ratusan juta rupiah. Selain mengamankan barang bukti, polisi juga  mengamankan dua pelaku atas nama Yudha Ahmada (33), dan Zulpikar (37). Keduanya diketahui warga Kabupaten Merangin.

Dalam kasus ini, penyidik mendapatkan emas masih dalam bentuk butiran seberat 1157 gram, uang senilai Rp 206.500.000, dan kertas slip penarikan bank Mandiri tertanggal 23 Agustus 2016 senilai Rp 800 Juta.

Kedua tersangka bakal dijerat dengan unsur pidana pasal 161 undang-undang RI No. 14 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Minerba Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Jo Pasal 480 Ke (1) atau KUHP. “Ancamannya paling lama 10 tahun penjara dan denda Rp 10 Miliar.(se1)