sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Sejumlah Aset Kantor DPRD Sarolangun Dibiarkan Terbengkalai

Sejumlah Aset Kantor DPRD Sarolangun Dibiarkan Terbengkalai

SAROLANGUN- Banyaknya aset milik Seketarit DPRD Sarolangun yang dibiarkan terbengkalai hingga menjadi Rongsokan sangat disayangkan sejumlah warga.

Dari pantauan media ini, Kamis (25/2) kemarin, Puluhan peralatan kantor seperti Lemari Arsip besi (Filing Cabinet-red)

dan sejumlah mobiler, Air Conditioner (AC) serta beberapa peralatan elektronik di biarkan teronggok di sudut belakang kantor DDPRD tanpa alat peteduh.

“Sayang nian ini dibiarkan jadi barang rongsokan, padahal kondisinya masih bagus dan sebagian besar masih bisa digunakan, Padahal ini semua dulu beliya pake uang rakyat lho..!,” ujar Rayan, Aktifis Merah Maron Kabupaten Sarolangun.

Menurutnya, Jika memang barang barang tersebut sudah tidak digunakan lagi, alangkahnya bagusnya jika barang itu di hibahkan atau di pinjam pakekan pada kantor Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Sekretarian Organisasi Pemuda (OKP) dan mahasiswa maupun Wartawan yang masih minim peralatan kantor, Bisa juga dilelang sehingga bisa menambah PAD Daerah.

Sejumlah Aset Kantor DPRD Sarolangun Dibiarkan Terbengkalai

“Coba barang ini di hibahkan ke kantor sekertariat LSM atau ke kantor organisasi Wartawan yang ada di Sarolangun, Akan lebih bermanfaat, bisa juga di lelang untuk nambah PAD dari pada mubajir dan jadi barang rongsokan seperti ini,” imbuhnya.

Sorotan juga muncul dari Andra, Salah satu Wartawan yang saat berada di lokasi, Adra sangat menyayangkan pihak sekertariat dewan membiarkan peralatan kantornya yang di telantarkan di pojok gedung dewan.

“Coba ini dilelang, Saya mau membelinya, tengoklah kursinya masih bagus, empuk dan masih bisa berputar dengan normal,” ujarnya sambil menjajal ferporma kursi yang ditaksir harganya dulu capai jutaan rupiah.

“Inilah hebatnya di dewan ya, barang masih bagus gini sudah diganti yang baru dan dibiargan jadi rongsokan. Memang sih!, dewan paling mudah menyedot anggaran APBD, tinggal ketok palu selesai itu anggaran yang mintanya,” ungkap Andra sambil menunjukkan raut kecewa. (aji)