sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Satu Mucikari Tertangkap di Hotel Nafiti Sarolangun

DICIDUK: Tampak mucikari yang tertangkap di Hotel Naviti. Poto:ist

 SAROLANGUN-Aparat kepolisian Polres Sarolangun berhasil mengungkap kasus perdagangan orang dan menangkap satu orang pelaku yang diduga sebagai mucikari prostitusi berinisial SW (32) alamat Sarolangun. SW menjalankan parktek jual beli orang, dengan modus menawarkan korban sebut saja namanya Bunga (17), kepada para lelaki hidung belang, untuk kegiatan prostitusi.

Dari data yang berhasil dirangkum media ini penangkapan pelaku itu dilakukan pada Selasa (28/11/2017)sekitar pukul 13.30 wib, pada saat petugas melakukan Operasi Pekat II Siginjai Tahun 2017.Aparat melakukan pengamanan terhadap 1 orang diduga tersangka Tidak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sebagaimana dimaksud dalam UU Nomor 21 tahun 2007, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Sebelumnya Satgas operasi pekat II Siginjai 2017 Polres Sarolangun mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa sering terjadi tindak pidana perdagangan orang di kota Sarolangun. Mendapatkan info tersebut, lalu tim melakukan penyelidikan dan hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku yang sedang melakukan perdagangan orang di Hotel Nafiti di jalan Lintas Sumatera KM  02 Sarolangun – Jambi.

Selanjutnya aparat juga mengamankan korban yang dijual An Bunga (17) tersebut, serta melakukan penggeledahan terhadap tempat lalu menemukan beberapa barang bukti yang terkait dengan tindak pidana perdagangan orang Kemudian pelaku dan barang bukti di bawa ke Polres Sarolangun untuk diproses hukum lebih lanjut.

Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana, SIK, MAP, melalui Kasat Reskrim AKP George A Pakke, SIK membenarkan penangkapan tersebut, dan pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya, uang berjumlah Rp 1.500.000 (Satu juta tiga ratus ribu rupiah ), 1 (satu) buah bill Hotel Nafiti Sarolangun Nomor 26, 1 (satu) buah HP Vivo warna silver, 1 (satu)  buah HP merk Samsung type s/n- 8310 e warna Biru dan 1 (satu)  buah HP Nokia type 105 warna coklat. 

“Pelaku mengakui baru satu kali ini melakukan perbuatan tersebut, dan kita akan tetap terus menyelidiki dan mengembangkan kasus ini. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku akan dikenakan pasal 2 ayat 1 atau pasal 12 UU No 21 tahun 2007 dengan anacaman penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling sedikit 120 juta dan paling banyak 600 juta,” tukasnya.(so31)