GERBANG INFORMASI KITO

Rumahnya Retak-retak, Lina Warga Tanjung Rambai Teteskan Air Mata

Gianto menunjukkan rumahnya yang mengalami retak-retak

SAROLANGUN-Rumah milik Gianto yang berada di Jalan SMP Negeri 1 Sarolangun, tepatnya di RT 10 Tanjung Rambai Kelurahan Gunung Kembang Kecamatan Sarolangun, mengalami retak-retak. Diduga reta-retak pada rumah tersebut muncul akibat adanya akitivitas penambangan galian C yang berada persis di belakang rumahnya. Dimana setiap harinya puluhan dumptruk mengangkut pasir dan batu (Sirtu) melintas persis di depan rumahnya. Kadangkala saat dumtruk pengangkut Sirtu lewat, rumahnya terasa bergetar.

Kepada wartawan, Gianto didampingi istrinya Lina mengatakan, rumahnya mengalami retak-retak semenjak 4 bulan yang lalu, setelah adanya aktivitas penambangan galian C di belakang rumahnya.

‘’Angkutan Sirtu lewat persis di depan rumah kami, penah kami hitung setiap harinya mencapai 80 unit sampai 100 unit mobil setiap harinya,’’ kata Gianto, kepada harian ini, Senin (19/8) kemarin.

Menurutnya, setiap hari jumlah retakan terus bertambah, bahkan kadang-kadang kalau dumtruk pengangkut Sirtu melintas rumahnya terasa bergetar.

’’Saya hitung jumlah retak di rumah saya ini mencapai 40 titik, bahkan pondasi rumah saya ini ikut turun,’’ katanya.

Dikatakan Gianto, dirinya sudah pernah melaporkan permasalahan tersebut ke Ketua RT dan Lurah namun hingga saat ini belum ada tanggapan. Karena menurut Gianto, selain rumahnya, rumah tetangga yang lain ada juga yang mengalami retak-retak.

‘’Kami berharap permasalahan ini dicarikan solusi, karena rumah ini satu-satunya harta paling berharga bagi keluarga kami,’’ Gianto.

Lina istri Gianto sambil menitikkan air mata, menyampaikan kepada harian ini, agar kiranya ada ganti rugi terhadap rumahnya yang mengalami retak-retak dari pemilik Galian C.

‘’Rumah ini kami bangun bersusah payah, kami kumpulkan duit sedikit demi sedikit dari hasil suami saya menjual sayur. Padahal hasil menjual sayur tak seberapa, jadi kami berharap ada solusi terhadap permasalahan kami ini. Kami hanya masyarakat kecil, tak tau harus mengadu kemana,’’ kata Lina sambil meneteskan air mata.

Pantauan harian ini, persis di belakang rumah Gianto terdapat aktivitas Galian C. Jarak lokasi galian C ke rumahnya sekitar 50 meter. Terlihat satu unit alat berat jenis eksavator sedang menggali pasir dan memindahkannya ke mobil pengangkut. Aktivitas pengakutan Sirtu terlihat cukup ramai melintas persis di depan rumah Gianto.(so9)