sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Wali Murid Khawatir, Ruang Kelas SD Adiwiyata Nasional Terancam Roboh

TERANCAM: Tampak ruangan yang dipakai murid untuk belajar. Poto:wahid

SAROLANGUN – Ruang Kelas IV C SD Negeri 64/VII Sarolangun, di Kelurahan Suka Sari Kecamatan Sarolangun saat ini membutuhkan perhatian serius. Pasalnya, ruang kelas tersebut sudah tidak selayaknya digunakan untuk ruang belajar bagi murid SD, apalagi untuk sekelas SD yang pernah meraih prestasi Adiwiyata Sekolah Mandiri Tingkat Nasional.

Kenapa tidak, ruang kelas tersebut ternyata bekas rumah dinas Kepala Sekolah yang dibangun pada tahun 1980-an yang lalu, dan direhab pihak sekolah secara terpaksa karena memasuki tahun ajaran baru 2017/2018 mengalami kekurangan lokal sebanyak 4 unit, sehingga bekas rumah dinas kepsek itu jadi solusinya.

Bahkan, pihak sekolah sudah pernah mengusulkan ke dinas terkait untuk adanya penambahan lokal namun tak kunjung ditanggapi, sehingga sampai saat ini siswa tetap belajar di ruangan tersebut.

Disamping itu, para orang tua murid yang anaknya belajar di ruang kelas tersebut menyampaikan keluhan kepada Lurah Suka Sari, Herjoni Edison. Namun, pihak kelurahan apalah daya, hanya bisa mengusulkan melalui Musrenbang, dan sudah diusulkan tahun 2016 lalu namun juga tak berhasil.

“Banyak pengaduan wali murid yang kita terima, tentang ruang kelas ini. Karena memang persis berada di depan kantor lurah. Dan kita kroscek keluhan itu, ternyata benar dan bukan omong kosong,” katanya.

Iapun langsung mendatangi ruang kelas tersebut didampingi kepala Sekolah SD 64/VII Neng Rosmadi, dan terlihat kayu yang menjadi atap ruangan yang sudah tua, dikhawatirkan akan rubuh saat murid sedang belajar. Kemudian, ruang kelas tersebut juga panas dan tidak nyaman untuk belajar.

“Khawatirnya bangunan rapuh ini roboh saat anak lagi belajar, kita tidak ingin itu terjadi. Kemudian, disini juga panas, pengap, dan tidak nyaman. Jadi gimana mau menangkap pelajaran dari guru kalau belajarnya saja tidak nyaman,” jelasnya.

Ia mengharapkan persoalan ini bisa ditanggapi oleh Pemkab Sarolangun, terutama dinas terkait. Agar adanya penambahan lokal sehinga murid di SD yang sudah membawa nama harum Kabupaten Sarolangun bisa lebih baik.

“Kita harap pihak terkait memperhatikan kondisi ini, karena ini sudah mendesak, dan kita sangat simpati dengan SD ini yang sudah pernah meraih adiwiyata nasional membanggakan Sarolangun dan Provinsi Jambi,” tukasnya.(so31)