sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

RSUD Chatib Quzwain Sarolangun Gelar Konferensi Pers

RSUD Chatib Quzwain Sarolangun Gelar Konferensi Pers

SAROLANGUN- Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Chatib Quzwain menggelar Konferensi Pers terkait dengan polemik penanganan Pasein Covid 19 Kabupaten Sarolangun, pada Sabtu, (27/06). Konferensi yang digelar di aula RSUD dipimpin lansung oleh Direktur RSUD Chatib Quzwain didampingi dokter spesialis yang menangani pasien Covid 19, diantaranya dr.Ozi Purna,Sp.Pd dan dr. Devina, Sp.Pd dan beberapa staf RSUD Sarolangun.

Direktur RSUD Chatib Quzwain Sarolangun dr.H.Bambang Hermanto mengatakan, pihaknya sengaja mengundang awak media untuk menjelaskan transparansi penanganan Pasein Covid 19 yang banyak menimbulkan polemik ditengah-tengah masyarakat Sarolangun.

“Selaku direktur RSUD terkait transparansi dana penanganan Covid 19 dan pelayanan kami rasa sudah benar, tidak ada yang disembunyikan, dan untuk masalah ini kita tidak bisa main-main,” katanya.

Lebih lanjut, dr. Bambang menjelaskan, jika segala bentuk penanganan pasien Covid 19 dilakukan bersama dengan tim gugus tugas yang telah dibentuk beberapa waktu yang lalu, dan pelaksanaannyapun sudah  sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

“Dalam penanganan pasien kita lakukan secara tim yang sudah dibentuk yang berjumlah 64 orang, terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, dan tim pendukung,” jelasnya.

Terkait dengan lamanya penanganan pasien Covid 19, dr. Bambang menyebutkan, itu semua sudah ada prosedur dan tata cara yang harus dipatuhi, karena pihak kabupaten hanya mengusulkan uji swab dan menunggu asilnya.

“Menunggu hasil tersebut agak susah datang tepat waktu. Karena menunggu datang saja selama 11 hari dan menunggu hasil swab 7 hari. Artinya inilah terjadi,sehingga lama dalam penanganan pasien tersebut,” katanya.

Sementara itu, dr.Ozi Purna, dokter spesialis penyakit dalam yang merupakan Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) bersama beberapa dokter lainnya, diantaranya dr. Hendra dan dr.Devina. Dalam kesempatan itu menjelaskan tentang penanganan pasien covid 19.

“Saat ini kami menanganani pasien yang masih positif covid 19 sebanyak 4 orang. Yang mana dari pasien tersebut yang terlama dirawat dan kami tangani selama 66 hari, dan semua yang kita kerjakan berdasarkan protap, kami tidak berani diluar dari protokol tatalaksana penanganan pasien,” tandasnya.(so32)