sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Ribuan Ibu Hamil di Screening, Dua Positif HIV/AIDS

DINKES :Screening ibu hamil yang dilakukan Dinkes Batanghari. Photo : raden suhur

MUARABULIAN- Selama tiga tahun ini, Dinkes kabupaten Batanghari telah melakukan Screening terhadap ibu hamil. Data yang diperoleh menyebutkan, dari tahun 2015 hingga 2017 lalu sebanyak 8.130 ibu hami di Screening. Pada tahun 2015 sebanyak 1.377 ibu hamil menjadi sasaran screening, dengan hasil 27 yang reaktif. Ditahun 2016 sebanyak 2.921 ibu hamil yang menjadi sasaran dengan hasil  screening 43 reaktif. Selanjutnya ditahun 2017, sasaran screening untuk ibu hamil mencapai 3.832 dengan reaktif 57 orang.

Kadinkes Batanghari dr Elfieni melalui Kabid Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Nurjali, menjelaskan, jumlah reaktif terhadap hepatitis pada ibu hamil setiap tahun mengalami peingkatan. Yang menjadi faktor meningkatnya reaktif hepatitis pada ibu hamil tersebut adalah jumlah pertumbuhan penduduk yang semakin banyak, yakni bertambahnya jumlah ibu hamil tiap tahunnya.

Lebih jauh dikatakannya,Penyakit Hepatitis sendiri adalah penyakit peradangan pada hati karena toksin. Ciri-ciri penyakit hepatitis adalah warna kekuningan pada kulit atau putih mata, udara seni warna kecoklatan seperti teh, berat badan dikurangi drastis, kurang nafsu makan, diare, warna tinja pucat, cepat lelah, kadar gula rendah, sakit perut bagian atas dan demam meriang. Penyakit ini merupakam penyakit menular yang berbahaya. “Melalui screening itu, kita bisa mendeteksi penyakit yang diderita ibu hamil,”kata Nurjali.

Dari sekian banyak reaktif, ternyata ada dua ibu hamil yang dinyatakan positif HIV/AIDS. Selain ibu hamil, salah satu suami ibu hamil yang terdeteksi juga dinyatakan positif HIV/AIDS. “Iya melalui screening tahun 2017 silam ditemukan 3 orang positif HIV/AIDS,dua diantaranya ibu hamil dan satunya lagi merupakan suami dari salah satu ibu hamil yang terdeteksi HIV/AIDS,”ungkapnya.

Untuk mengantisipasi serangan penyakit berbahaya tersebut, sambungnya, tahun 2018 ini, akan melakukan screening terhadap tiga macam penyakit berbahaya dan menular. “Seperti misalnya penyakit hepatitis, sipilis dan HIV/AIDS. Penyakit ini akan kita deteksi kembali melalui ibu hamil dan para suaminya,”tutup Nurjali.(hur)