sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Retribusi Pedagang Hanya Rp 500 Perindagkop Tetap Optimis Capai Target

Kabid Perdagangan Dinas Prindagkop Kabupaten sarolangun, Amin Faisal . Poto: Wahid

SAROLANGUN –  Mulai tahun ini penarikan pajak melalui retribusi pasar harian tidak lagi dibebankan kepada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD), melainkan dibebankan kepada Dinas Perindustrian,  Perdagangan, UKM Dan Koperasi, Kabupaten Sarolangun,  melalui Bidang Perdagangan atau yang kerap disebut Perindagkop.

Hal itu diakui Kabid Perdagangan, Amin Faisal belum lama ini,  saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.  Menurutnya tahun ini pihaknya ditargetkan retribusi pasar harian mencapai 61 juta rupiah.

Baca juga: 27 Merek Ikan Makarel Kaleng Positif Cacing

Hanya saja,  katanya,  retribusi pedagang harian masih mengacu kepada Perda No 09 Tahun 2013, tentang retribusi pasar harian atau PKL. Dimana dalam sehari para pedagang dipungut pajak sebesar 500 rupiah.

“Mulai tahun ini pajak pedagang harian dibebankan kepada kita, dan untuk pajaknya masih pakai perda lama, yakni pungutan masih 500 rupiah perpedagang, “katanya.

Baca juga: Di Sarolangun Tidak Ditemukan Sarden Bercacing

Disebutkannya para pedagang harian itu seperti para kaum ibu penjual sayur, Pedagang Kaki Lima (PKL), Lapak Pecal Lele, dan sebagainya. Yang berada di tiga Kecamatan,  yakni Kecamatan Sarolangun,  Kecamatan Singkut dan Kecamatan Pauh.

“Untuk target, Kecamatan Sarolangun, Pauh dan Singkut,  yang masih dikelola Pemda. Namun kondisi saat ini sangat minim, makanya kedepan  harus dirubah Perdanya,  harus ada peningkatan,  paling tidak 1.000,” jelasnya.

Meski masih memakai Perda lama,  lanjutnya,  pihaknya akan tetap optimis target retribusi pasar harian akan tercapai. Dan penagihannya nanti akan dilakukan oleh petugas dari UPTD Pasar setempat dengan dibekali Surat Perintah Tugas (SPT), tanda Pengenal dan Karcis pajak dari BPPRD.

Baca juga: Meski Diterpa Kabar Sarden Bercacing Pedagang Tidak Merasa Resah

“Kita tetap optimis, meskipun masih 500 rupiah perdagang. Sistimnya kita berdayakan aparatur yang berada di UPTD, dan penarikannnya nanti akan membuat ciri khusus seperti SPT dan tanda pengenal,  karcisnya dicetak langsung BPPRD, dan akan langsung disetor ke dinas pajak,”jelasnya lagi.

Namun dirinya mengakui saat ini masih melakukan pendataan para pedagang terlebih dahulu,  sehingga diketahui berapa retribusi pajak pedagang dalam satu hari,  satu bulan hingga satu tahun nantinya.

“Mau brifing dulu,  kita hitung potensi pedagang,  Sarolangun berapa,  Pauh dan Singkut berapa jumlahnya. Baru kita dapat berapa perharinya,  Singkut diperkirakan 300 pedagang, dan Sarolangun sekitar 350 pedagang,”tukasnya.(so31)