sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Realisasi Belanja Masih Dibawah 50 Persen

SAROLANGUN – Berdasarkan catatan Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sarolangun, realisasi Belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni tahun 2018 ini baru mencapai 590 Miliar per 31 Agustus 2018 atau masih dibawah 50 persen.

Catatan itu dari total ABPD murni tahun 2018 sebesar Rp 1.249.250.251.541. Dengan Realisasi belanja baru mencapai Rp 590.015.244.332 dengan persentase baru mencapai 42,23 persen.

“Per31 Agustus masih dibawah 50 persen, untuk belanja tidak langsung dan belanja langsung, diperkirakan bulan September ini akan naik,” kata Kepala BPKAD Sarolangun, Emalia Sari, Selasa (18/9) saat diwawancarai.

Ia mengatakan, uraian catatan tersebut berasal dari belanja tidak langsung (BTL) dengan total anggaran sebesar Rp 648. 459. 268. 724 sementara realisasinya Rp 334.974.490.247 dengan persentase sebesar 51,66 persen.

Sedangkan untuk belanja langsung (BL) anggarannya sebesar Rp 600.801.081.819, realisasinya baru sebesar Rp 255.040.754.085 dengan persentase sebesar 42,45 persen.

Ia menjelaskan, terhadap capaian tersebut harusnya realisasi belanja sudah harus diatas 50 persen. Namun hal itu tidak tercapai mengingat adanya berbagai kendala, mulai dari keterlambatan pelelangan hingga adanya keterlambatan bendahara setiap dinas membuat laporan.

“Keterlambatan karena di SKPD terlambat mengajukan pencairan dana, mungkin LPJ, dan ada juga dari pihak ketiga, mungkin ada kendala tekhnis dan pekerjaan belum selesai,” katanya.

Ia menyebutkan selain itu dana tunggu untuk belanja tidak terduga (BTT) dalam APBD Murni tahun 2018 ini sebesar 1,5 Miliar dengan Realisasi belanja sudah sebesar Rp 592.609.180 dengan persentase sebesar 39,51 persen.

Terhadap hal itu ia menghimbau agar seluruh OPD dalam lingkup pemerintah Kabupaten Sarolangun agar segera melakukan pencairan sesuai tahapannya agar tidak menumpuk diakhir tahun ini.

“Mohon agar OPD melakukan pencairan sesuai tahapannya, dan untuk OPD yang berhubungan dengan pihak ketiga untuk segera melaksanakan penyelesaian pekerjaaannya dan segera mengajukan pecairannya. Jangan sampai menumpuk diakhir tahun,” harapnya.(so31)