sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Realisasi Bansos Rastra di Sarolangun Hanya 83,93 Persen

Dua Desa Belum Disalurkan Sejak Januari

SAROLANGUN– Penyaluran Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra) semester satu pada tahun 2018 ini, yakni Bulan Januari sampai Bulan Juni, kepada Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) di Kabupaten Sarolangun, baru mencapai 83.93 Persen atau 837.450 Kg, dari jumlah beras yang disiapkan sebanyak 992.280 kg.

Kabag Perekonomian dan SDA Dewi Yulianti, SH, melalui Kasubbag Bina Produksi, Arza’i, SE, Jumat (21/9) kemarin mengatakan bahwa jumlah RTS-PM Kabupaten Sarolangun yang tersebar di 10 Kecamatan, berjumlah sebanyak 16.583 KK. Setiap KK akan menerima 10 Kg beras bansosrastra, maka jika dikalikan setiap bulan akan disalurkan sebanyak 165. 830 kg, kemudian dikalikan selama enam bulan maka akan sebanyak 992.280 kg.

“Sampai bulan Juni menurut laporan Bulog realisasinya baru 837, 450 kg (83,93%) tersisa sebanyak 154, 830 atau sekitar 16, 61 persen. Yang disiapkan 165.380 kilo dikalikan 6 bulan sebanyak 992.280 kg dengan jumlah penerima 16.538 KK,” katanya.

Ia juga menyebutkan sebanyak 16,61 persen yang belum disalurkan itu, katanya karena adanya desa yang belum disalurkan bansosrastra bahkan semenjak bulan Januari sama sekali belum ada penyaluran rastra.

Desa tersebut, katanya ada di Kecamatan Batang Asai, yakni Desa Raden Anom dan Desa Datuk Nan Duo. Hal itu bukan dikarenakan pihak Bulog yang tidak mau menyalurkan, namun dikarenakan Kepala Desa belum ada permintaan kepada Bulog agar BansosRastra disalurkan ke desanya.

“Kalau realisasi Rastra kita tekankan itu persemester, disalurkan setiap bulan, dikarenakan permintaan desa. Kalau sebulan tanggung, jadi ada yang enam bulan. Ada beberapa desa belum menyalurkan bansosrastra dari Januari sampai Juni, di kecamatan Batang Asai ada desa Raden Anom dan Desa Datuk Nan Duo,” katanya.

“Bukan karena kesalahan Bulog, tapi kadesnya yang tidak minta disalurkan, mungkin daerahnya sulit, sehingga harus mengeluarkan biaya transportasi. Ada juga yang masih tiga bulan, Januari sampai Maret sudah, itu di desa Lubuk Sepuh, Sungai Benteng, kalau bulog bersedia tinggal telpon,” katanya lagi.

Kemudian ia meminta agar camat setempat untuk menekankan kepada seluruh Kades yang belum menyalurkan bansosrastra agar segera melakukan koordinasi dengan bulog, karena masyarakat tentunya akan merugi jika tidak mendapatkan bantuan bansosrastra ini.

“Tinggal lagi kecamatannya itu, kalau desanya belum minta, mestinya camat harus negur untuk mengambil beras bansosrastra, ini gratis dan tidak ada pungutan. Kalau transportasi, Pemkab Sarolangun sudah mengeluarkan biaya transportasi,” katanya.

Apalagi saat ini pihak Bulog Sarko, sudah mulai melakukan penyaluran bansosrastra pada tahap semester dua, bahkan di Kecamatan Mandiangin, sudah ada desa yang telah menyalurkan bansosrastra ini sampai bulan September ini.

“Tahap semester dua sekarang sudah mulai, sesuai dengan permintaan desa tadi. Untuk saat ini sudah dimulai penyaluran bansosrastra tahap semester dua yakni bulan Juli sampai Desember,” katanya.

Untuk diketahui, di Kabupaten Sarolangun ada sebanyak 16.583 KK selaku Penerima manfaat Banso Rastra ini, yakni di Kecamatan Sarolangun ada sebanyak 1.521 KK, Kecamatan Bathin VII sebanyak 1.313 KK, Kecamatan Pelawan sebanyak 2.008 KK, Kecamatan Singkut sebanyak 2.522 KK, Kecamatan Pauh sebanyak 1.672 KK, Kecamatan Air Hitam sebanyak 2.092 KK, Kecamatan Mandiangin sebanyak 1.752 KK, Kecamatan Limun sebanyak 1.117 KK, Kecamatan CNG sebanyak 1.181 KK, dan Kecamatan Batang Asai sebanyak 1.360 KK. (so31)