PT Minemex Konsisten Menjaga Fasilitas Umum

Alat berat memotong saluran air supaya tidak masuk ke rekahan atau retakan tanah. Poto:ist

SAROLANGUN-Pihak Manajemen PT Minemex Indonesia Thriveni Group yang beroperasi di Kecamatan Mandiangin, memastikan, bahwa Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Sarolangun-Jambi tetap dalam kondisi normal, kendati belum lama ini terjadinya longsor ringan di sekitar tambang.

Pihak Manajemen PT Minemex Indonesia, Arpen Sumantri saat dikofirmasi via Ponsel Selasa (24/4), sore menjelaskan, soal isu yang terjadi di Minemex tentang kekhawatiran masyarakat tentang putusnya akses Jalinsum Sarolangun – Jambi.

Menurutnya,  secara visual dan pengukuran serta surveyyang dilakukan PT Minemex itu tidak berimbas pada fasilitas umum di sekitar tambang.

“Kejadian adanya longsor diketahui tanggal 19 April 2019 jam 18.00 WIB,”katanya.

Dengan adanya kejadian, maka ia langsung intruksikan pada karyawan, agar semua kegiatan tambang di blok B dihentikan. Penghentian di Blok B  masih terjadi hingga saat ini. Kemudian kata Arpen, tanggal 20 April 2019 pagi  pihaknya melakukan monitoring guna mengetahui pergerakan dan perkembangan di lokasi kejadian.

‘’Di lokasi kita lakukan upaya memotong saluran air supaya tidak masuk ke rekahan atau retakan tanah, hal ini dilakukan karena kalau air masuk keretakan tanah otomatis menambah beban, kalau air masuk ke rekahan tanah otomatis melembekkan tanah sehingga mudah tergelincir,”sebutnya.

Ditambahkan Arpen,PT Minemex juga sudah memindahkan parit aliran yang tadinya menuju kearah selatan dan berubah kearah utara. Bukan hanya itu, pihaknya sudah menyisir rekahan dan retakan dengan material tanah untuk mengantisipasi masuknya air di musim penghujan, selanjutnya melandaikan badan bagian tanah yang miring.

“Kita sudah melakukan monitoring dari tim survey geologi di towerMapolsekMandiangin, namun berdasarkan hasil survey bahwa yang bisa terjadinya pergesaran hanya 0,1 derajat, namun pengukuran terakhir dalam hal ini tidak berimbas pada pergesaran,”ucapnya.

Selain itu, diterangakanArpen, kekhawatiran masyarakat terhadap tanah yang longsor kemungkinan kecil terjadi, karena aktivitas tambang tidak mengarah ke Jalinsum, malah longsoran juga mengarah ke arah dalam tambang.

“Kegiatan positif sudah dilakukan supaya jalan akses Jalinsum tidak terganggu termasuk keretakan fasalitas umum yang ada di sekitar tambang,”tegasnya.

Berdasarkan KunkerWabup, H Hillalatil Badri  dan SKPD Sarolangun di PT Minemex, yakni  melihat kondisi kejadian secara langsung. Wabup, juga merekomendasikan, yakni untuk segera menindaklanjuti kondisi longsor supaya tidak lagi terjadi longsor pada masa akan datang.Selanjutnya Wabup minta PT Minemex membuat pemisah antara lahan tambang perushaan dengan masyarakat, kemudian melakukan reklamasi secara berkesinambungan sesuai dengan dokumen reklamasi dan rencana kerja biaya yang sudah disyahkan oleh pemerintah oleh Dirjen Minerba Pusat.

“Wabup juga merekomendasikan agar PT Minemex membuat turap atau bronjong atau teknologi lainnya untuk mengantispasilongsor,”tuturnya.

Dipaparkan Arpen, rekomendasi Wabup tersebut sudah dilakukan sejak 19 April 2019.

“Kami menegaskan, bahwa soal terputusnya Jalinsum Sarolangun – Jambi kemungkinannya kecil terjadi dan sangat jauh terjadi. Selain itu, dampak terhadap fasilitas umum atas kejadian itu tidak berat dirasakan,” jelasnya.

Sementara itu, dikauiArpen, soal terjadinya keretakan rumah warga di sekitar tambang PT Minemex pada waktu yang dulu sudah dilakukan pembebasan oleh PT Minemex. Untuk persoalan MapolsekMandiangin akan terus dilakukan koordinasi dan komunikasi dalam mencari solusi dengan Kapolsek. (se9)