sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

PT LSP Terancam Ditutup Paksa

Peresmian Pabrik Kelapa Sawit PT Lambang Sawit Perkasa (LSP) di kecamatan Batin VIII (09/01/2016). Fhoto :Dok/SO

SAROLANGUN-PT Lambang Sawit Perkasa (LSP) yang beroperasi di Kecamatan Bathin VIII, akan dilakukan penutupan paksa, jika selama enam bulan ke depan tidak ada perbaikan yang layak untuk pengolahan air limbah (IPAL) sesuai dengan standar dan aturan yang berlaku.

Pasalnya, kolam IPAL 12 milik PT LSP jebol sehingga meluber ke perkebunan masyarakat, bahkan ke anak sungai sehingga tercemari oleh air limbah tersebut.

[junkie-button url=”http://sarolangunonline.com/kolam-limbah-pt-lambang-sawit-perkasa-jebol/” style=”orange” size=”small” type=”square” target=”_self”] BACA : Kolam Limbah PT Lambang Sawit Perkasa Jebol [/junkie-button]

Wakil Bupati Sarolangun, H Hillalatil Badri, Rabu kemarin (13/09), mengaku sangat menyayangkan sikap PT LSP yang membangun kolam limbah dengan tidak semestinya, bahkan sudah merugikan masyarakat setempat.

“Kita sudah turun kemarin kesana, sangat disayangkan PT LSP ini membangun kolam limbah dengan tidak semestinya, maka kita kasih enam bulan untuk membenahi itu jika tidak kita tegas saja, kita suruh tutup saja,” katanya usai membuka sosialisasi penerapan kerja sama di Kantor Bappeda Sarolangun.

Ia juga menjelaskan batas waktu enam bulan itu juga berdasarkan permintaan dari pihak perusahaan, sebab dalam mengatasi masalah itu selain dengan biaya yang besar juga butuh waktu yang lama.

“Kita sudah perintahkan agar di buat permanen sehingga tahan untuk jangka panjang, seperti di perusahaan disebelahnya, sehingga tidak merugikan masyarakat,” jelasnya.

Bahkan ia meminta masyarakat jika terjadi hal-hal yang merugikan agar melaporkannya ke Pemkab Sarolangun, apalagi jika ada terkena penyakit gatal-gatal akibat limbah yang meluber itu.

“Seharusnya dengan adanya investor di perusahaan itu bisa menguntungkan masyarakat, dengan adanya dana CSR, menampung tenaga kerja, ini tidak malah merugikan masyarakat setempat, tanaman mati, bahkan masyarakat gatal-gatal, kalau ada tolong laporkan, pihak perusahaan harus bertanggung jawab,” pungkasnya.(so31)