sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Progress Lelang Proyek Di Sarolangun Masih Minim

Capture Screen Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Sarolangun, Rabu (25/4/18). Poto: Rustam Aji

Pengadaan Barang Masih Nol Persen, Empat Paket Fisik Selesai Dilelang

SAROLANGUN-Hingga minggu ke dua bulan April tahun 2018 ini, paket proyek dari APBD Kabupaten Sarolangun yang diproses untuk dilelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Sarolangun masih minim.

Berdasarkan data yang didapatkan dari ULP Kabupaten Sarolangun, hingga saat ini dari 94 paket fisik yang akan dilelang, baru 11 paket yang diusulkan dari OPD ke ULP, 7 paket diantaranya saat ini masih proses pelelangan dan 4 paket selesai dilelang.

Sementara untuk pelelangan Jasa Konsultan dari 62 paket jasa konsultan, baru 31 usulan yang ada dari OPD, 8 paket jasa konsultan sudah dalam proses pelelangan dan 23 paket jasa konsultan selesai dilakukan lelang. Dan untuk paket pengadaan barang yang harus mengikuti lelang sebanya 6 paket hingga saat ini proggresnya masih nol persen baik usulan dari OPD dan lainya.

Kepala Bagian ULP Sarolangun Arief Hamdani mengatakan, persoalan masih terbilang minim progress pelelangan ini disebabkan beberapa kendala. Diantaranya adanya gangguan aplikasi sistim rencana umum pengadaan (Sirup) Dinas intansi dengan server pusat LPSE yang tidak singkron dan perlu dibenahi. Selain itu kebanyakan OPD mengusulkan pelelangan setelah selesai lelang jasa kontruksi atau perencanaan.

“Seperti di Dinas PMD saat usulannya masuk dan hendak dilelang terkendala dalam Aplikasi RUP mereka dan harus diperbaiki. Sebab aplikasi RUP mereka tidak konek dengan LPSE, sehingga tidak bisa diproses begitu juga di dinas lain,”terang Arief Hamadani.

Tidak koneknya Aplikasi RUP di dinas dengan server LPSE ini sebut Arief dengan server di pusat. Namun saat ini untuk aplikasi RUP di dinas sudah diperbaiki tetapi untuk konek dengan LPSE pihaknya akan koordinasi dengan server di pusat.

“Saat ini walaupun semua usulan masuk, belum tentu semua bisa diproses. Kalau aplikasi LPSE dan aplikasi Sirup ada gangguan. Sekarang aplikasinya sudah bisa dibuka tapi belum konek juga dengan serfer LPSE, makanya kita akan ke Jakarta ke server pusat untuk menanyakan mengenai persoalan ini,’’ tambahnya.

Hingga Minggu kedua bulan April ini jika dipersenkan progress pelelangan di ULP Sarolangun untuk fisik sebanyak 5 persen dan jasa konsultan 40 persen.

“Kalau dipersenkan pisik baru 5 persen dan jasa konsultan baru 40 persen yang selesai dilakukan pelelangan,”ujarnya.

Ia jaga meminta kepada dinas terkait agar mempercepat memasuki usulan pelelangan dan hal ini seperti himbauan Bupati Sarolangun dan Wakil Bupati Sarolangun belum lama ini.

“Dinas sudah disurati melalui Bupati dan wakil Bupati agar mereka mempercepat pelaksanaan pekerjaan dan penyerapan anggaran,”tandasnya.(so10)