sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Program Cetak Sawah di Sarolangun Gagal, Ratusan Hektar Tak Bisa di Garap

SAWAH UTAMA
TAK DIGARAP: Tampak sawah yang tak digarap di Desa Ladang Panjang. Poto:birin

SAROLANGUN-Program cetak sawah untuk ketahanan pangan di Kabupaten Sarolangun terancam gagal. Pasalnya ratusan hektare sawah yang telah dibuka tak digarap petani.

Seperti yang terdapat di Desa Ladang Panjang, Kecamatan Sarolangun, sebanyak 26 hehtare sawah yang dibuka oleh TNI tak digarap. Petani setempat beralasan sawah yang dibuka melalui program cetak sawah 2016 itu kesulitan untuk mendapatkan air.

“Macam mano nak di garap, air untuk sawah bae tidak ado, jadi percuma jugo,” jelas Wahab petani desa setempat.

Belum digarapnya ratusan sawah tersebut juga dibenarkan oleh Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Budiawan Basuki. Dandim menyebutkan, selain di Desa Ladang Panjang ada juga program cetak sawah yang dibuka pada 2012 lalu hingga saat ini belum pernah digarap.

“Di Mandiangin ada sekitar 140 hektare sawah yang dibuka 2012 hingga sekarang tak digarap,” sebut Dandim pada acara rapat koordinasi percepatan pelaksanaan budidaya serealisasi 2016 di aula hotel Abdi, Rabu (10/8).

Dandim mengakui, bahwa tak digarapnya ratusan sawah tersebut karena kesulitan air. Sebab lahan sawah tersebut mengandalkan tadah hujan.

“Kondisi irigasi yang ada kabarnya juga tidak baik, sehingga tidak bisa mengaliri persawahan,” jelasnya.

Dia mengaku kecewa dengan tak digarapknya sawah-sawah yang telah dibuka tersebut. Sebab hal itu bisa membuat program pemerintah untuk ketahanan pangan gagal.

“Kepada dinas terkait kita harap hal ini bisa menjadi perhatian,” harapnya.

Kepada para petani Dandim juga mengharap agar bisa segera melakukan penanaman padi pada sawah yang telah dibuka. Jika ada hal yang menjadi kedala agar bisa dikoordinasikan dengan pihaknya dan dinas terkait.

“Kita siap membantu dan mendukung dalam kegiatan ini. Karena jika diolah dengan baik, lahan tersebut bisa menghasilkan,”tandasnya.(so10)