sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Program Cetak Sawah Gagal, Petani Ladang Panjang Dideadline

Photo Petani
RAPAT : Tampak Rapat percepatan musim tanam di Desa Ladang Panjang, Photo : wahid

SAROLANGUN-Sawah seluas 26,4 hektar hasil program cetak sawah baru di Desa Ladang Panjang saat ini tak digarap dua kelompok tani yang ada di desa tersebut.

Kondisi tersebut, tentu membuat program itu tidak sesai dengan apa yang diharapkan, lahan yang luas dan sesuai ditanami padi, tidak dimanfaatkan oleh para petani melalui bantuan pemerintah tersebut.

Menyikapi persoalan tersebut, unsur Tripika Kecamatan Sarolangun, mengambil langkah dengan mengadakan rapat percepatan musim tanam kelompok tani pada Kamis malam (1/9) kemarin.

“Kita beri waktu higga 15 September besok, agar para petani mulai turun melakukan penanaman, sayang cetak sawah yang digarap TNI ini tidak difungsikan, itu sudah keputusan pada rapat malam tadi,’’ kata Camat Sarolangun, Drs Muhammad Idrus,  saat dikonfirmasi kemarin (02/9).

Baca Juga : Program Cetak Sawah di Sarolangun Gagal, Ratusan Hektar Tak Bisa di Garap

Menurut Camat, seharusnya para petani yang terdiri dari dua kelompok ini, melakukan cocok tanam pada bulan Mei yang lalu, namun sayang hal itu tidak dilakukan, hingga sampai bulan September ini juga belum dilaksanakan.

“Jangan sampai lewat bulan September ini, seharusnya bulan Mei kemarin sudah dimulai,’’ jelasnya.

Selain itu, dalam rapat yang berlangsung hingga tengah malam itu, disebutkan salah satu kendala petani, adalah persoalan sumber air untuk mengaliri sawah. Menurutnya itu bisa diatasi dengan membuat tali air dari bendungan yang ada di belakang lahan persawahan, bahkan Dinas Pertanian siap memberikan bantuan pompa air bagi para petani.

“Dari dinas pertanian datang, Danramil, masyarakat petani, itu sudah jelas semuanya, kalau memang tidak mau petani Ladang Panjang, petani dari luar juga bersedia di sana,” tambah Camat.

Jika nanti cetak sawah tersebut dilakukan penanaman padi, maka akan menambah produksipadi yang luar bisa, sebab dalam satu hektar bisa menghasilkan 4-5 ton padi.

“Kalau bantuan perhektar itu nanti akan dibantu bibi, pupuk, obat-obatan, dengan senilai 2 juta,” tandasnya.(mg1)