sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Prihatin SAD Tinggal Dibawah Tenda Pangdam Tinggalkan Pesan Tertulis

PESAN TERTULIS: Pesan yang ditulis Pangdam II Sriwijaya Mayjend TNI Putranto, S.Sos untuk kenang-kenangan dalam kunjungan warga SAD. Poto:wahid

SAROLANGUN-Pangdam II Sriwijaya Mayjend TNI AM Putranto, SSos, Rabu (09/08) mengunjungi kawasan pemukiman Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam. Kunjungan tersebut guna bertatap muka langsung dengan warga SAD yang tinggal di pemukiman yang dibangun oleh pemerintah.

Pangdam mengakui sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi dengan disebagian SAD yang ditemuinya pada saat perjalanan bersama Danrem Gapu Jambi Kolonel Refrizal, Bupati Cek Endra, Dandim I Nyoman Yudahan, beserta Ketua Persit dan Ketua PKK Sarolangun. Pasalnya, dalam perjalanan menuju kawasan Bukit Suban, rombongan Pangdam II Sriwijaya itu berhenti di perkebunan sawit-sawit.

Bukan tanpa alasan kenapa berhenti ditengah perjalanan. Ia mengaku sangat prihatin dengan adanya SAD yang masih tinggal di bawah tenda plastik yang sangat sederhana, tanpa ada siapa-siapa disana. Hanya ada warga SAD yang berhamburan dari tendanya saat melihat rombongan tiba.

Lantas apa yang didapatkan dari pertemuan singkat dengan warga SAD yang berada dibawah tenda biasa tersebut? Pangdam II Srijaya Putranto menemukan keluhan warga SAD yang ingin memiliki tempat tinggal yang permanen, dan tentunya juga kehidupan yang layak.

“Saya sengaja kesini ke tempat SAD, saya prihatin ada beberapa bagian yang saya lihat pakai tenda biasa dan sederhana, bahkan sempat kami lihat, berhenti sebentar kebetulan kami bawa tim dokter,” katanya saat diwawancarai awak media.

Ia berharap warga SAD yang tinggal di bawah tenda biasa tersebut, bisa berada di kawasan pemukiman SAD Bukit Suban yang dibangun pemerintah dan bergabung dengan warga SAD lainnya.
“Sekarang sudah ada tempat penampungan SAD, anak-anak SAD sudah banyak sekolah dan jadi tentara sudah dua orang. Nah kita ingin mereka yang tinggal di tenda juga bisa seperti warga SAD yang sudah tinggal di pemukiman,’’ jelasnya.⇒Berita Selengkapnya