sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Polemik Jembatan Tanjabbar-Tanjabtim, Hidayat : Balai Jalan Nasional Minta Waktu Seminggu

KUALATUNGKAL– Tak ingin berlarut larut terhadap polemik pembangunan jembatan alternatif diperbatasan Tanjabbar-Tanjabtim yang dinilai sangat tidak layak dan mengancam  perekonomian masyarakat Tanjabbar. Pemkab Tanjabbar langsung memanggil pihak pihak yang terkait dalam hal ini Balai Jalan Nasional yang membangun jembatan alternatif tersebut.

Asisten Pemerintahan Setda tanjabbar, Hidayat mengakui bahwa kondisi jembatan alternatif yang dibangun diperbatasan sangat tidak layak dengan struktur jembatan dari kayu dan jalan dari tanah lokal.

“ Kita sudah panggil pihak balai untuk dicarikan solusi, kalau solusi jembatan alternatif yang sekarang ini tidak bisa diterima karena sangat tidak layak dan bisa melumpuhkan perekonomian masyarakat, “ Ujarnya, kemarin.(12/04)

Untuk itu kata Hidayat, untuk dapat segera dicarikan jalan lain dengan kapasitas diatas delapan ton, pemkab memberikan saran agar gunakan jalan petrochina.

Baca Juga:

Polemik Jalan dan Jembatan Perbatasan Tanjabbar-Tanjabtim Jadi Perhatian DPR RI

Pembangunan Jembatan Alternatif Di Perbatasan Tanjabbar -Tanjabtim Tak Layak

“ Kita siap berikan rekomendasi untuk gunakan jalan petro, namun tanggung jawabnya ada dipihak Balai Jalan Nasional soal pengunaan jalan tersebut, “ tegasnya.

Hanya saja dalam pertemuan dengan pihak pihak terkait belum bisa diputuskan. Pasalnya pihak balai akan melaksanakan rapat terlebih dahulu untuk mencarikan solusinya.

“ Pihak balai minta waktu dengan kita seminggu untuk memberikan jawaban soal masalah ini, kalau membangun macet itu wajar hany jangan sampai melumpuhkan ekonomi masyarakat, “ tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Akhirnya wakil rakyat yang berada disenayan jakarta, H.Bakri yang merupakan anggota DPR RI Komisi V yang membidangi pembangunan insfrastruktur buka suara terkait pembangunan jalan dan jembatan diperbatasan antara kabupaten tanjabbar dengan kabupaten tanjabtim.

Menurut H. Bakri dirinya akan segera menindaklanjuti masalah ini dengan langsung turun bersama pihak balai jalan dan jembatan. “ Insya Allah kita akan langsung mengupayakan langsung ke pemerintah pusat, karena akses jalan tersebut sangat penting sebagai penghubung antara kabupaten, dan itu satu satunya akses kejambi bagi warga tanjabbar, “ Ujar H. Bakri via ponsel.

DPR RI dalam hal ini sangat insten memberikan perhatian soal pembangunan insfrastruktur yang bersumber dari APBN, jangan sampai apa yang sudah dibangun malah menghambat perekonomian masyarakat. “ Harapan kita ini bisa segera diselesaikan, lihat saja perkembangan nya nanti ya setelah apa hasilnya saya turun dengan pihak balai jalan dan jembatan, “ tukasnya.(SO29)