sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

PKL Melawan, Pol PP dan Ketua Dewan Ikut Bersitegang

BERSITEGANG: Tampak petugas kepolisian mencoba memediasi para ibu-ibu yang mencoba melawan petugas Pol PP. poto:wahid

SAROLANGUN-Petugas Satpol PP Sarolangun dibackup aparat TNI dan Polri serta beberapa dinas terkait melakukan penertiban para pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Singkut Sabtu pagi (03/02). Penertiban itu diwarnai insiden menegangkan antara petugas dengan dewan, serta para pedagang yang menolak lapaknya digusur petugas.

Dari informasi di lapangan, penertiban lapak para pedagang ini dilandasi karena pedagang berjualan di badan jalan sehingga menimbulkan kemacetan. Namun belum lagi sempat menertibkan para pedagang, pihak Satpol PP Sarolangun harus balik mundur, setelah dhadang oleh belasan pedagang ibu-ibu yang tidak terima lapak mereka digusur dengan meluapkan amarah kepada petugas.

“Kalo dak di sini kami nak jualan di mano lagi, dak ado lagi lapak kami, penghasilan kami juga dari jualan inilah,” kata salah seorang pedagang.

Di saat bersitegang bersama masyarakat, Ketua DPRD Sarolangun Syaihu juga tiba di lapangan, dan menyatakan keberatan kepada petugas terutama pemerintah daerah atas kebijakan tersebut.

Menurut Politisi PDI Perjuangan ini, pedagang boleh saja diusir, tapi harus ada solusi dari pemerintah, sementara saat ini pasar baru Singkut belum juga diresmikan, jadi para pedagang akan kehilangan sumber pencarian.

“Saya sebagai wakil rakyat keberatan, dengan penggusuran lapak pedagang ini, kalo memang mau digusur dimana mereka akan berjualan.  Mana solusinya, sementara Pasar Baru Singkut ini pun belum diresmikan,” tegasnya.

Sementara itu setelah bersitegang, akhirnya antara petugas dan Ketua DPRD melakukan kesepakatan, dimana lapak tersebut belum dapat dibongkar, sebelum adanya solusi dari Pemda setempat.

Syaihu meminta dengan tegas agar Pemda Sarolangun segera mengaktifkan bangunan pasar Singkut yang baru, agar pedagang tidak lagi berjualan di badan jalan.  Dirinya juga mengungkapkan kekecewaan terhadap pemerintah setempat, karena DPRD Sarolangun tidak pernah dilibatkan dalam mengatasi permasalahan ini.

“Saya minta Pemda segera memfungsikan bangunan pasar tersebut, agar pedagang dapat pindah di situ. Saya sebagai anggota dewan sekaligus pimpinan merasa kecewa tidak pernah dilibatkan untuk melakukan perundingan atau mencari solusi dalam menangani hal ini,” jelasnya.

Selain itu Peltu Kasat Pol PP Sarolangun, Deshendri mengatakan, saat ini permintaan warga dan dewan akan diterima.

“Kalau tidak hari Senin atau Selasa depan kita segera lakukan perundingan, nah perundingan tersebut adalah final, kalau memang harus digusur kita akan gusur tanpa ada negosiasi lagi, sebab ini sudah sejak lama kita biarkan,” pungkasnya.(so31)