sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Petani Keluhkan Merosotnya Harga Pinang

KUALATUNGKAL-  Harga pinang mengalami penurunan, penurunan harga tersebut belum diketahui pasti khususnya untuk wilayah kabupaten tanjabbar. Kemungkinan ada pengaruh imbas dari kasus larinya pengusaha pinang yang membuat banyak petani merugi.

Salah Satu Petani Pinang, Yendri  mengaku kecewa dengan harga jual pinang di tingkat pengepul. Penurunan yang signifikan juga membuat ia bingung sebab tidak ada pemberitahuan sebelumnya baik dari pedagang dan pengepul.

“ Kecewa itu pasti, biasa kalau jual sebelum menimbang buah pinang, pengepul menjelaskan harga terlebih dulu, kali ini saya merasa di tipu sebab seusai nimbang hanya di beri nota tanpa ada rincian harga. Setelah menerima uang saya juga sangat kecewa sebab dari harga biasa 19 ribu perkilo kini hanya 10 ribu perkilo dengan jenis pinang kadar air 40 persen, “ Ujar Yendri.

Ia juga mengaku mendapat informasi sesama petani, jika turunnya harga buah pinang karena  kasus  PT Sari Nur. Biasanya tiap dua minggu ia mampu menjual 300 sampai 500 KG pinang dengan kadar air 40 persen. “Kami harap pemerintah daerah maupun pusat dapat mencari solusi agar harga kembali normal dan petani dapat kembali beraktivitas tanpa beban,” harapnya.

Sementara, Kadis Disperindag Tanjabbar, Syafriwan membenarkan jika harga pinang di tingkat petani mengalami penurunan. Ia menjelaskan, faktor penurunan harga masih belum dapat dipastikan. Bisa jadi kata dia, akibat munculnya Pengusaha pinang yang kabur yang merupakan salah satu perusahaan ekspor pinang terbesar di Tanjabbar yang juga berpengaruh besar pada harga jual dikalangan petani.

“Tidak dipungkiri menampung pinang dengan harga bagus, setelah timbul kasus makanya harga turun. ‎Ditambah lagi ada informasi jika salah satu pengusaha pinang di Jambi juga tersandung kasus, walaupun informasi belum valid, jelas ini berpengaruh pada batas kemampuan daya beli di tingkat pengepul,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, ‎bukan hanya isu itu, untuk naik dan turunya harga bisa terjadi akibat adanya Mekanisme pasar dan hukum pasar. Sedangkan harga buah pinang biasanya mencapai Rp 22 ribu dengan kadar air 40 sampai 20 persen per kilo. Sementara kondisi 60 sampai 80 persen kadar air biasa mencapai Rp 15 sampai 17 Ribu perkilo.

“Banyak indikasi atau faktor turunya harga diantaranya Kemampuan daya beli penampung, bisa jadi karna itu, atau bisa jadi daerah penampung akhir, negara tetangga stok cukup, juga menjadi indikasi penurunan harga. ” tukasnya.(So29)