sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Perogram Bedrum Segera Berjalan, Rumah tak Layak Huni akan Direhab

SAROLANGUN-Tahun 2018 ini sebanyak 314 rumah yang tak layak huni akan dilakukan rehab, sehingga menjadi rumah yang layak huni. Ratusan rumah tersebut dimasukkan dalam program Bedah Rumah (Bedrum) Pemkab Sarolangun, dan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Pemerintah Pusat.

Kepala DPKPP H Arif Ampera, Rabu (21/03) kemarin, saat dikonfirmasi mengatakan, 314 rumah yang akan direhab tersebut, terdiri dari 100 unit dari Program Bedrum Pemkab Sarolangun yang anggarannya bersumber dari APBD Sarolangun dan 214 unit dari program BSPA oleh Pemerintah Pusat.

“Kegiatan kita tahun ini ada bedrum 100 unit, dari APBD Sarolangun dan 214 unit program BSPS,” katanya.

Untuk besaran dananya, lanjut Arif, program Bedrum Pemkab Sarolangun setiap unit rumah atau penerima akan mendapatkan dana sebesar 10 juta rupiah yang akan diperuntukkan 9 juta rupiah beli material rumah dan 1 juta upah tukangnya, jika anggarannya ditotalkan tahun ini Pemkab menganggarkan 1 miliar program Bedrum.

Sementara program BSPS, berbeda dengan program Bedrum Pemkab, anggarannya lebih besar 5 juta, yakni sebesar 15 juta rupiah setiap penerima, dengan rincian 2,5 juta untuk upah tukangnya dan 12,5 juta untuk pembelian material yang dibutuhkan, jika anggarannya ditotalkan maka pusat mengucurkan dana lebih kurang 3,210 miliar untuk Kabupaten Sarolangun.

“Sesegera mungkin akan direalisasikan,  triwulan ke dua ini mungkin akan dimulai. Dan yang melakukannya camat, nanti membuka rekening penerimanya, dan dana itu langsung diterima penerima melalui rekening,” jelasnya.

Untuk lokasinya,  pada program Bedrum disebutkannya tersebar ditiap kecamatan. Sementara penerima program BSPS, itu ditentukan pusat langsung,  dimana hanya dapat di dua kecamatan, yakni Kecamatan Mandiangin dan Kecamatan Singkut.

“BSPS ditentukan oleh pusat dimana wilayah yang akan dapat,  warga itu menerima duit melalui rekening masing-masing. Tahun ini dua kecamatan yakni Kecamatan Mandiangin dan ada dua desa di Kecamatan singkut,” tambahnya.

Program ini merupakan subsidi pemerintah, artinya dari rumah tak layak huni, menjadi layak huni. Namun diharapkan akan ada stimulasi bagi masyarakat untuk menumbuhkan kegotong-royongan, karena dana itu hanya bisa beli material saja.

“Bulan 6 atau 7 mungkin sudah akan jalan. Selain tim dari kecamatan ada juga tim pembimbing,  yang mengawasi itu berapa biaya kebutuhan, apa saja yang akan dibangun. kecil kemungkinan akan menyimpang, dari yang saya tinjau selama ini tidak ada demikian. Dan perlu diketahui program ini muncul stimulan masyarakat untuk membangun bersama, bagi rumah yang tak layak huni,” tukasnya.(so31)