sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Perlakuan Khusus, Guru SAD Dapat Insentif

SAROLANGUN-Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Sarolangun berbagai upaya terus digalakkan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sarolangun, termasuk pendidikan anak-anak warga Suku Anak Dalam (SAD).

Hanya saja metode pendidikannya jauh berbeda dengan warga masyarakat biasa.

”Yang jelas mereka (anak SAD, red) kurang suka belajar pakai kursi dan meja, ruang belajar harus terbuka dan menyatu dengan alam, jika ada melihat anak-anak SAD belajar tanpa meja dan berbaringan di lantai itu merupakan cara dia belajar,”ujar H Lukman MPd Kepala Disdikbud Sarolangun kemarin (4/5).

Dijelaskan Lukman, bukan hanya cara pendidikan di sekolah saja yang menjadi perhatian para guru SAD, termasuk perilaku hidupnya sehari-hari, bahkan memandikan anak SAD saat mau pulang sekolah.

“Ada tempat pakaiannya masing-masing di sekolah, anak SAD pergi dari rumah pakaian biasa, dan tiba di sekolah mandi baru ganti pakaian sekolah, begitupun saat pulang harus tukar pakaian, jika tidak takut dipakainya sehari-hari, termasuk mencuci pakaian anak SAD dilakukan para pendidiknya,”jelas Lukman lagi.

Oleh karena itu membutuhkan tingkat kesabaran yang tinggi untuk menjadi guru SAD, bahkan beberapa waktu lalu ada pertemuan di Kota Medan untuk membuat kurikulum khusus anak SAD, dan tidak tergabung dengan kurikulum sekolah biasa.

“Makanya kesejahteraan guru SAD itu kita perhatikan lebih, dan ada insentifnya,”tandas Lukman.(so10)