sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Tunggu Putusan MK

SAROLANGUN-Seyogyanya penetapan paslon terpilih Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun hasil Pilkada Serentak 15 Februari 2017 lalu, dilakukan 8 hingga 10 Maret 2017 mendatang. Namun jadwal yang telah ditetapkan tersebut belum bisa dilakukan, karena adanya gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) oleh paslon nomor urut satu H Muhammad Madel-H Musharsyah.

Toriq Kurniawan, SPd, Komisioner KPU Sarolangun saat dikonfirmasi media  ini di ruang kerjanya, kemarin (6/3) menyebutkan, penetapan Bupati dan Wakil Bupati terpilih belum bisa dilaksanakan, karena masih ada registrasi gugatan di MK. Jadi, diselesaikan dulu gugutan Paslon nomor urut 1 di MK. Terkait soal apa putusan dari MK, maka baru diikuti.

“Jadwal sidang dimulai pada tanggal 16 Maret 2017 mendatang,”katanya.

Menurut Toriq, kini KPU dalam persiapan menghadapi gugatan KPU di MK, karena KPU masih belum mengetahui materi yang digugat.

“Nanti di MK, kita akan mendengarkan materi gugatan dari penggugat, selanjutnya KPU akan memberikan sanggahan atau jawaban,”sebutnya.

Disinggung pengacara yang akan dihadirkan oleh KPU untuk menghadapi gugatan di MK, kata Toriq hari ini (Kemerin, red) sedang dirapatkan secara internal KPU.

Selanjutnya, ditanya sampai kapan dimundurkannya penetapan Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun, kata Toriq tergantung sidang di MK.

“KPU Sarolangun akan menyiapkan pengacara menghadapi gugatan di MK. Tapi, perlu diketahui, penetapan Bupati dan Wakil Bupati bisa dilaksanakan setelah tiga hari dari putusan MK. Kemudian dua hari setelah penetapan paslon terpilih, maka KPU mengusulkan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih ke Pemkab,”cetusunya.

Toriq memprediksikan sidang gugatan KPU di MK yang akan digelar nantinya sebanyak tiga kali, misalkan hari pertama mendengar permohonan penggugat, hari kedua KPU menjawab gugatan dari penggugat, dan hari ketiga mendengar putusan MK.

“Jikalau putusan MK menerima gugatan penggugat, maka sidang di MK akan dilanjutkan. Tapi, jikalau MK menolak gugatan penggugat, maka sidang tidak akan dilanjutkan,”tandasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara di tingkat kabupaten yang digelar KPU pada Rabu (22/2), paslon nomor urut 2 meraih suara terbanyak 73.845 suara. Sedangkan pasangan nomor urut 1 Muhammad Madel-Musharsyah memperoleh suara sebanyak 58.592 suara, total suara sah sebanyak 132.437 suara.(so10)