GERBANG INFORMASI KITO

Pemkab Wacanakan Terapkan Karet Jadi Bahan Campuran Aspal

SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten Sarolangun akan berupaya untuk segera membentuk Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB). Bokar artinya Bahan Olahan Karet Rakyat. Sebab, dengan adanya UPPB tersebut akan bisa menaikkan harga karet rakyat yang saat ini masih di angka Rp 6.000 perkilonya.

Kenaikannya bisa mencapai Rp 9.000 perkilonya, yang dibeli langsung oleh Kementerian PUPR untuk menggunakan karet sebagai salah satu bahan campuran aspal jalan.

“Syaratnya kita harus membuat kelompok, yang kedua meningkatkan kualitas karet agar harganya bisa 9.000, mudah-mudahan sarolangun segera membentuk kelompok itu supaya masyarakat bisa menjual lebih tinggi dari harga pasar sekarang 6.000 perkilo,” kata Bupati Sarolangun Cek Endra, usai mendampingi Dirjen Perkebunan Kasdi Subagyono memberikan bantuan replanting karet seluas 350 hektar di Sarolangun.

Bupati juga bilang bahwa upaya tersebut dimana karet untuk bahan campuran aspal, tidak menutup kemungkinan akan diterapkan di Kabupaten Sarolangun, sebab Dirjen Perkebunan sudah meminta agar Kemendagri mendorong para kepala daerah melakukan hal tersebut, supaya bukan hanya Kementrian PUPR yang menerapkan tapi pemerintah daerah dan provinsi juga demikian.

“Soal karet jadi campuran aspal kemungkinan dilakukan di Sarolangun. Pemerintah sudah berupaya sekarang, mengingat harga karet kita yang turun, baik melalui kerja sama dengan kementerian PU dimana karet sebagai bahan campuran aspal dan itu sudah dibeli, sekarang ada 2.500 ton dibeli Kementerian PU,” katanya.(so31)