sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Pembangunan Jembatan Alternatif Di Perbatasan Tanjabbar -Tanjabtim Tak Layak

PERBATASAN : Perbatasan Tanjabbar –Tanjabtim. Photo : jordan

KUALATUNGKAL- Tidak ketahui dari mana sumber dana pembangunan jembatan alternatif  di gapura perbatasan antara tanjabbar- tanjabtim yang dibangun sejak beberapa bulan yang lalu dirasa kurang layak untuk menjadi jembatan alternatif yang kokoh. Pasalnya akses jalan hanya terbuat dari tanah lokal sedangkan jembatan hanya terbuat dari batang kelapa sebagai tiang pancang.

Sama- sama diketahui akses jalan tersebut merupakan lintasan mobil yang mengangkut komoditi masyarakat dan mobil tanki untuk bahan bakar minyak, sedangkan jembatan alternatif yang dibangun hanya berkapasitas 8 ton itu tidak akan bertahan lama.

Baca juga;

Menurut Ketua KNPI Tanjabbar, Suprayogi, pembangunan jembatan alternatif diperbatasan kabupaten tanjabbar dengan kabupaten tanjabtim itu sangat tidak ideal untuk dijadikan jembatan alternatif. “ Itu jembatan bahannya saja dari kayu dan batang kelapa, terus jalannya dari tanah lokal dimana daya tahan jalan nanti yang akan dilalui oleh kendaraan yang bertonase besar, karena jalan tersebut merupakan jalan nasional, “ Ujarnya, kemarin.(05/04)

Pihaknya mengharapkan apabila proyek itu bersumber dari APBD provinsi hendaknya perencanaannya betul betul, kalau begini kondisi nya sangat tidak layak dan harus diganti dengan jembatan yang kokoh untuk bertonase besar. “ Lihat tuh jembatan kembar yang ada dikabupaten Sarolangun, kan sangat kokoh bisa dilewati mobil dengan tonase puluhan ton, kan sama- sama jalan nasional, “ tegasnya.

Dihubungi terpisah, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Tanjabbar, Arif sambudi mengaku tidak mengetahui sumber dana dari pembangunan jembatan diperbatasan tanjabbar-tanjabtim. “ Saya tidak tahu itu proyek apa, dana nya dari mana juga tidak tahu, tidak ada koordinasi dengan kabupaten, apakah itu proyek provinsi apakah proyek sumber APBN, “ tukasnya.(So29)