sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Pelantikan Pejabat Sarolangun Didominasi Wajah Lama

 

PELANTIKAN : Penjabat Bupati Sarolangun Arief  Munandar SE saat melakukan pengukuhan dan pelantikan.Photo : hamzah 

 

 

SAROLANGUN-Sempat tertunda beberapa kali, akhirnya kemarin (13/1) penjabat bupati Sarolangun Arief Munandar SE, melantik dan mengukuhkan 624 pejabat di lingkungan Pemkab Sarolangun.

Untuk eselon II sebanyak 27 orang, eselon III sebanyak 150 orang, dan eselon IV sebanyak 447 orang.

Hanya saja nama-nama pejabat yang dilantik dan dikukuhkan tersebut masih didominasi wajah-wajah lama, dan belum ada perombakan yang berarti, baik eselon II, III maupun eselon IV.

Dari sekian banyak SKPD yang dilantik dan dikukuhkan, masih ada tiga SKPD yang belum tersentuh sama sekali, karena masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat, seperti RSUD Chatib Quzwain Sarolangun, Kesbangpol dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun, dengan jumlah pejabat sebanyak 33 orang.

Selain tiga SKPD diatas yang belum dilakukan pengukuhan dan pelantikan, ada juga sembilan SKPD yang belum ada pimpinannya, dan hanya dijabat oleh Pelaksana Tugas, yaitu Kadis PU dan Penataan Ruang, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kadis Kearsipan, Kadis Perpustakaan, Kadis Peternakan dan Perikanan, Kadis Lingkungan Hidup, Kadis Imformasi dan Komunikasi, Kadis Damkar, Dan Kaban Pengelolaan Pajak Dan Retribusi Daerah.

“Sembilan SKPD tersebut dalam waktu dekat akan kita lakukan lelang jabatan,”ujar Arief Munandar usai melantik dan mengukuhkan pejabat di lingkungan Pemkab Sarolangun, kemarin.

Disinggung bagaimana dengan hasil assessmen beberapa waktu lalu, Arief Munandar mengaku ada beberapa pejabat yang memiliki nilai rendah, dan nanti saat dilakukan lelang jabatan akan menjadi pertimbangan.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sarolangun Muslim Hamzah sangat menyangkan proses pelantikan dan pengukuhan kemarin, karena pihaknya dan para pejabat tidak bisa mendengar siapa-siapa saja yang dilantik dan dikukuhkan, begitupun ditempatkan dima juga tidak bisa di dengar dengan baik.

“Terkait posisi pejabatnya saya belum bisa berkomentar, karena saya tidak tahu siapa saja yang dilantik dan ditempatkan dimana, artinya pihak panitia saya nilai belum siap,”ujar politisi parti Golkar tersebut.(so10)