sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Pejabat KDA Bersaksi di Sidang Rusdi

BERSAKSI: Sidang PN Sarolangun mendengarkan keterangan dua Saksi atas kasus mantan Kades Karmen. Poto:wahid

Sebut Perusahaan Rugi Rp 1,9 Miliar

SAROLANGUN-Sidang perkara yang menimpa mantan Kades Karang Mendapo, M. Rusdi kembali digelar di Pengadilan Negeri Sarolangun, Kamis kemarin (18/05), dengan agenda mendengarkan keterangan dua orang saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kedua orang saksi tersebut, yakni Defri Yosnedi, dan Iwan Subandi yang merupakan pegawai PT Kresna Duta Agroindo (KDA).

Sidang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim R Agung Aribowo, dan dua anggota majelis hakim, Philip Mark Soenpiet, SH dan Irse Yanda Perima, Jaksa Penuntut Umum Ardi Herliansyah dan Bukhori, SH. serta penasehat hukum terdakwa Abdul, SH.

Dari pantauan di lapangan, sidang berlangsung alot dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian yang jumlahnya mencapai puluhan personil, serta puluhan masyarakat yang memadati ruang sidang itu. Dimulai sejak pukul 11.30 WIB, dengan mendengarkan dua orang saksi tersebut secara bergiliran. Yang pertama kali dimintai keterangan dalam persidangan yakni Defri Yosnedi, yang merupakan dalah satu Manager di PT KDA. Kemudian dilanjutkan saksi yang ke dua, Iwan Subandi, yang merupakan Kepala TU di PT KDA.

Ketua Majelis Hakim beserta anggota, JPU dan Penasehat Hukum serta terdakwa M. Rusdi secara berurutan melayangkan sejumlah pertanyaan kepada saksi, Defri Yosnedi mengenai kasus penggelapan dana koperasi yang menimpa mantas Kades Karmen itu.

 

Dalam kesaksiannya, Saksi mengaku perusahaan merugi hingga Rp 1,9 Milyar

“kerugian financial Rp 1,9 milyar selama 8 bulan pada tahun 2013 karena desa tidak mengirimkan buah sawit” terang saksi. (so31)