sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Pasien RSUD Chatib Quzwein Bertambah 6 Ribu

Irwan Mizwar

SAROLANGUN – Dari tahun ke tahun jumlah pasien di RSUD Chatib Quzwein Sarolangun terus mengalami penambahan. Tahun 2015 yang lalu jumlah kunjungan pasien hanya sebanyak 30 ribu orang sementara tahun 2016 kemarin, bertambah menjadi 36 ribuan pasien yang dilayani.

Direktur RSUD Sarolangun dr Irwan Mizwar, MKM kemarin (07/02) saat dijumpai di ruang kerjanya, mengatakan, penambahan jumlah pasien tersebut tidak lepas dari semakin baiknya pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.

“6.000 orang pasien bertambah tahun lalu, dimana tahun 2015 lalu hanya sekitar 30 ribuan, jika kita melihat kondisi bertambah ini berarti mengalami peningkatan dalam hal pelayanan, tidak akan mungkin jika pelayanan buruk jumlah pasien bertambah,’’ katanya.

Dari jumlah pasien yang datang berobat ke rumah sakit, disebutkannya dalam sehari rata-rata sekitar 75 pasien yang berobat di Rumah Sakit. Dan jika di lihat dari segi penyakit, kebanyakan masyarakat mengalami penyakit maag. Selain itu ada juga beberapa penyakit lain.

“Kalau pegawai kita ada 600 orang, itu semuanya kita berikan pelatihan, tapi secara berangsur, dan hingga saat ini sudah ada 300 pegawai yang terlatih. Namun kita tetap masih kekurangan tenaga medis seperti petugas laboratorium sebanyak 2 orang, petugas radiologi dan elektro medis,’’ jelasnya.

Untuk sarana prasarana, ia juga menyebutkan gedung yang berjumlah 28 bangunan tersebut, saat ini sedang kondisi baik, namun masih ada yang perlu diperbaiki, karena sudah lapuk dimakan usia. Selain itu, juga butuh penambahan ruang tempat tidur pasien, yang saat ini hanya berjumlah 108 tempat tidur, dan bagus harus 150 tempat tidur.

“Gedung RSUD ini dibangun tahun 2003 yang lalu, saat ini tentu bangunan sudah ada juga yang mulai terlihat harus diperbaiki. Kalau obat- obatan, kita tidak kurang obat kecuali pabrik kosong maka di rumah sakit juga kosong,’’ tambahnya.

Ketika di singgung soal keamanan dalam RSUD Sarolangun, ia menyebutkan sudah memasang 16 alat CCTV yang bisa dikontrol baik di komputer, laptop atau handphone miliknya sendiri. Yang stand by selama 24 jam, dan juga bagi masyarakat yang ragu jika membawa barang berharga bisa dititipkan dengan tempat yang disediakan. Sebab, jika ada masyarakat yang kehilangan di luar tempat penitipan barang maka itu bukan tanggungjawab pihak rumah sakit.

Sudah ada 4 orang maling yang kita tangkap di sini, karena ketahuan ketika dilihat dari CCTV, saya bisa langsung cek di HP saya, apalagi kalau ada petugas atau pegawai yang malas-malasan, main-main, dan bengong, langsung saya ketahui, dan akan saya tegur, ke depan kita akan tambah lagi CCTV nya, kalau bisa jadi 32 kamera,’’ tandasnya.(so31)