Advertisement
SEPUTAR SAROLANGUN

Pasca Lebaran Harga Cabai Masih “Pedas”

CABAI EMAS
PERMINTAAN TINGGI: Karena permintaan yang masih tinggi dan stok pedagang yang terbatas, maka harga cabai dan bawang berpotensi naik. Poto:dok

SAROLANGUN-Pasca Idul Fitri 1437 H, harga cabai merah dan bawang merah di pasar traditional Sarolangun mengalami penurunan. Ini berbeda dengan sebelum Idul Fitri 1437 H, harga cabai merah atau cabai panjang berkisar harga Rp 42 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram. Sedangkan harga bawang sebelum Idul Fitri 1437 H mencapai Rp 36 ribu per kilogram. Pada Minggu (17/7), kemarin harga cabai merah Rp 32 ribu per kilogram dan harga bawang juga sama Rp Rp32 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang cabai di pasar atas Sarolangun, Maryati mengatakan, kendati harga cabai dan bawang mengalami sedikit penurunan, jika dibandingkan dengan sebelum lebaran, namun permintaan masih tinggi.

“Harga cabai dan bawang di pasar akan disesuaikan dengan permintaan dan persediaan. Untuk saat ini permintaan cabai dan bawang di pasar masih tinggi, sebaliknya persediaannya tidaklah banyak, karena seperti biasanya pasar Sarolangun masih memasokkan cabai dan bawang dari luar daerah,”sebutnya.

Menurutnya Maryati, harga cabai dan bawang bisa saja mengalami perubahan kenaikan harga secara mendadak dalam hitungan hari, sebaliknya bisa saja mendadak mengalami penurunan yang signifikan.

“Setahu saya,  jikalau merujuk pada prinsip pasar, penetapan harga bisa saja mengalami kenaikan dan penurunan apabila tidak seimbang antara persediaan dan kebutuhan permintaan. Misalkan permintaan banyak dan persediaan sedikit, maka harga akan tinggi, sebaliknya permintaan sedikit dan persediaan banyak, maka harga akan murah,”paparnya.

Salah seorang Ibu Rumah Tangga yang mengaku berdomisili di Kelurahan Aur Gading saat dimintai keterangan mengatakan, dirinya tidak pernah mempermasalahkan harga cabai dan bawang dan jenis kebutuhan pokok di pasar Sarolangun, sebab penentuan harga kebutuhan pokok di pasar ada ketentuannya.

“Sewaktu harga kebutuhan pokok di pasar mengalami kenaikan dan penurunan, itu saya nilai sesuatu hal yang wajar. Soalnya, pedagang pasti mencari keuntungan. Tapi saya juga pernah membeli harga cabai dan bawang dengan harga yang berbeda diantara satu pedagang dengan pedagang lainnya. Barangkali itu persaingan sesama pedagang,”tandasnya.(so9)

 

Post Comment