sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Pasar Bedug akan Dibuka Cek Endra

Sekretaris Disperindagkop M Asnawi

SAROLANGUN – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Sarolangun, saat ini tengah mempersiapkan penyediaan Pasar Bedug yang berlokasi di Pasar Bawah Sarolangun, (Ancol, red).

Disperindagkop hanya sebagai tim monitoring saja, sementara panitia pelaksana diserahkan kepada pihak Kelurahan dan UPTD Pasar, yang diperkuat dengan pemberian SK langsung dari Disperindagkop.

Dimana, pihak panitia pelaksana, menyiapkan sebanyak 95 tempat (Lapak, red) bagi masyarakat Sarolangun yang ingin menjual kuliner di Pasar Bedug untuk menu buka puasa Ramadhan nantinya, dengan biaya per lapaknya berkisar 300 ribu rupiah, yang akan digunakan untuk uang kebersihan serta kepengurusan pasar bedug serta retribusi bagi daerah.

“Rapat dinas terkait pengolahan pasar bedug, sudah kita serahkan ke lurah pasar, namun tetap kerja sama dengan UPTD Pasar. Kita hanya monitor saja. Kita siapkan 95 tempat, atau lapak. Tapi itu tergantung kemampuan masyarakat. Dengan berkaca tahun kemarin, tiap lapak harus dibayar kurang lebih 300 ribu perlapak,” Kata Kadis Perindagkop Kholidi, melalui Sekretaris Disperindagkop M Asnawi kepada koran ini kemarin (23/05) di ruang kerjanya.

Ia juga menjelaskan, sampai saat ini, masyarakat yang ingin mendaftarkan diri juga masih dibuka, dengan datang langsung ke Kantor Lurah Pasar, hanya saja dirinya belum mengetahui pasti sudah berapa lapak yang terisi.

“Belum kita kroscek berapa yang sudah daftar, tapi SKnya sudah kita keluarkan, daftarnya di Kantor Lurah,” jelasnya.

Bahkan ia juga menyebutkan, rencananya pada hari pertama puasa, Pasar Bedug akan dibuka langsung oleh Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra. Sehingga, pasar bedug di Sarolangun diharapkan lebih bermakna dan meringankan bagi masyarakat Sarolangun.

“Insa Allah, Pak Bupati akan buka langsung, tapi kita masih tunggu kepastiannya nanti. Namun yang jelas, dalam waktu dekat kita bersama pak bupati akan sidak ke pasar dulu,” jelasnya.

Ia juga berharap, nantinya para pedagang kuliner menu buka puasa menyediakan makanan yang layak dan sehat.

“Pengolahan makanan kita harapkan, makanan yang layak konsumsi. Makanan ini banyak pengandung zat warna bisa diminimalisir, ini untuk kesehatan,” tukasnya.(so31)