sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

[OPINI]-MONEY  POLITICS

Oleh: Arsat Abdullah

Pilkada dikabupaten sarolangun hampir dalam tahapan akhir, yakni masa-masa kampanye. Musuh terbesar dalam demokrasi saat inilah adalah Money politics (politik uang) yang dimana musuh terbesar ini seolah-olah menjadi hal yang lumrah dalam demokrasi di negeri kita sekarang, apalagi demokrasi dikabupaten tercinta kita ini.

Latennya politik uang ini seperti suatu kegiatan rutin dalam setiap pemilihan, terkadang yang dinanti-nanti dalam setiap pesta demokarasi bukannlah masa-masa para kandidat menawarkan program-program tetapi masa-masa dimana kandidat memberikan uang, betapa murahnya Hak suara dalam demokrasi  kita ini, kenapa penulis katakan murah? Bayangkan hak suara masyarakat walaupun dibayar misalnya Rp. 500.000,00 perorang, jika dibagi masa 5(lima) tahun kepimpinan didaerah tentu ini tak seimbang, apalagi membiarkan perbuatan ini sebagai hal yang lumrah, tentu seperti membiarkan krisis moral terjadi begitu saja, memang jika dibenturkan antara kepentingan ekonomi dan moral, kepentingan ekonomi lebih memberikan kesenangan, tetapi ingat ini hanya kesenangan sesaat, lagi-lagi tak seimbang juga masa 5 tahun kepemimpinan. Seperti tulisan penulis sebelumnya, begitu besar peran pemimpin dalam menentukan nasib rakyatnya, bahkan sampai ke anak cucu pemilihpun akan merasakan dampak apa saja yang diambil atau diputuskan pemimpin saat ini.

Kesadaran-kesadaran anti terhadap tindakan politik uang ini harus ditumbuhkan oleh setiap elemen yang ada dikabupaten sarolangun kita ini, termasuk juga organisasi-organisasi kepemudaan dan mahasiswa, karena pada mereka masa depan kabupaten ini mempunyai harapan. Tak terlepas juga untuk timses masing-masing kandidat, karena disinilah masa terpenting dalam proses pembelajaran politik bagi masyarakat.

Kabupaten kita ini dalam tahapan pembangunan dan bahkan jika dihitung umur sarolangun menjadi kabupaten, daerah kita ini barulah dalam masa-masa remaja, tentu masa-masa inilah yang sangat vital dalam menentukan masa dewasa-bahkan tua kabupaten kita ini, karena masa-masa inilah saatnya kabupaten kita menentukan karakter yang baik agar bisa bersaing dengan kabupaten-kabupaten lainnya dalam memberikan rasa aman dan kesejahteraan untuk setiap rakyatnya. Dan jangan nantinya terus menyalahkan pemerintahan jika praktek money politic ini masih dibiarkan sebagai hal lumrah. Karena sudah terbukti didaerah-daerah lain yang dimana kepala daerahnya terjerat kasus Korupsi salah satu  penyebabnya adalah ingin mengembalikan modal saat kampanye. Tentu pemimpin yang lahir dari proses tidak fair tentu akan melahirkan pemimpin yang tidak fair juga,  seperti  Pepatah Arab klasik menyatakan “kama takunu yuwalla’alaikum” (sebagaimana demikian rakyatnya, seperti itulah pemimpin yang akan dihasilkan). Terakhir dari penulis,  semoga puncak pesta demokarasi dikabupaten kita ini berjalan lancar, setiap calon pemimpin bertindak Fair, mari beradu gagasan dalam membangun Sarolangun bukan beradu seberapa banyak uang dikasih kepemilih, dan untuk pemilih mari junjung tinggi harga diri dengan katakan TIDAK UNTUK MENERIMA POLITIK UANG.

Penulis : Arsat Abdullah

Kelahiran Sarolangun dan sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta.